Sosok - Mengenal Nuraini Dessy, Srikandi di dunia pelayaran

id Pelni,Sosok,Nuraini dessy Oleh Putu Indah Savitri

Sosok - Mengenal Nuraini Dessy, Srikandi di dunia pelayaran

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero Nuraini Dessy. (ANTARA/ HO Pelni)

Dalam tiap riaknya, perairan Indonesia memiliki kisah dan kekayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat...

Dessy mengaku sempat merasa takut ketika ia baru menapakkan kaki di dunia pelayaran. Sedari mengenyam pendidikan di akademi, Dessy mengatakan bahwa pelayaran merupakan dunia yang didominasi oleh laki-laki.

Ia memperkirakan komposisi mahasiswa saat di akademi maritim saat itu, yakni sekitar 90 persen merupakan laki-laki dan 10 persennya perempuan. Hal serupa juga ia hadapi dalam kesehariannya saat bekerja.

Akibatnya, terdapat stigma bahwa pelaut wanita tidak bisa menjaga kehormatannya.

Ketakutan tersebut berhasil ia taklukkan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang selama ini menjadi bekal tumbuh kembangnya. Ia telah membuktikan bahwa wanita yang berkarier di dunia pelayaran dapat menjaga kehormatannya dan menempati kursi pimpinan.

Karena itu, bagi Dessy, seorang wanita tidak perlu takut untuk menapaki dan berkarier di dunia yang didominasi oleh laki-laki. Bahkan, ketika terdapat kekhawatiran terkait pembagian waktu untuk menjadi seorang istri dan ibu.

Membagi waktu antara karier dan keluarga memang bukanlah hal yang mudah. Sesekali, terdapat keluhan yang datang dari bibir buah hatinya, kala Dessy sibuk dengan pekerjaannya.

Namun, keluhan-keluhan tersebut berhasil ia atasi dengan menghabiskan waktu libur akhir pekannya bersama keluarga. Terlebih, Dessy memiliki hobi memasak yang membuatnya menghabiskan waktu di rumah untuk menyajikan makanan terbaik kepada sang suami dan ketiga anaknya.

Hal terpenting terkait pembagian waktu ini, bagi Dessy, adalah komunikasi yang ia lakukan kepada keluarganya. Anak-anak harus mengerti tentang profesi yang diemban oleh Dessy, karenanya ia acapkali berkomunikasi dengan anak-anak untuk mengerti tentang pembagian waktunya.

Bagi Dessy, yang terpenting adalah restu dari orang tua, suami, dan anak-anaknya.


Kebijakan sebagai direktur