Logo Header Antaranews Kupang

Artikel - Perburuan medali emas berbalut nuansa sejarah dan politik

Minggu, 4 Agustus 2024 21:00 WIB
Image Print
Para pemain Maroko merayakan sukses mereka melaju ke semifinal setelah mengalahkan Amerika Serikat pada babak perempat final sepak bola Olimpiade Paris 2024 di Parc des Princes, Paris, Jumat (2/8/2024). (Photo by Paul ELLIS / AFP) (AFP/PAUL ELLIS)
...Kolonialisasi yang dilakukan oleh Prancis dan Spanyol di Afrika Utara juga turut memberikan pengaruh kepada kelahiran pemain-pemain sepak bola berbakat dengan garis keturunan dari Afrika
Kolonialisasi yang dilakukan oleh Prancis dan Spanyol di Afrika Utara juga turut memberikan pengaruh kepada kelahiran pemain-pemain sepak bola berbakat dengan garis keturunan dari Afrika.

Mengenai pesepakbola dengan latar belakang Mesir-Prancis dapat dibilang sedikit karena Prancis hanya bercokol di Mesir relatif sebentar, berbeda dengan Aljazair dan Tunisia. Dua pemain paling terkenal adalah Zinedine Zidane dan Karim Benzema yang memiliki darah Aljazair dan membela Timnas Prancis.

Baca juga: Artikel - Gregoria, kamu tak sendiri!

Sementara itu, kita akan melihat banyak contoh pemain Maroko-Spanyol seperti Achraf Hakimi yang lahir di Spanyol dan memutuskan membela tanah kelahiran leluhurnya Maroko.

Baca juga: Artikel - Garuda merajut mimpi ke putaran final Piala Dunia

Baca juga: Artikel - Skuad Garuda tumbuhkan optimisme menjelang laga dengan Vietnam


Selain itu, ada beberapa pemain juga yang memiliki darah Maroko dan memutuskan membela Spanyol seperti Brahim Diaz dan terbaru adalah Lamine Yamal.




 




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perburuan medali emas berbalut nuansa sejarah dan politik

Oleh
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026