Fogging di lokasi banjir guna mencegah DBD

id DBD

Fogging di lokasi banjir guna mencegah DBD

Petugas Dinkes Mabar menaburkan bubuk abate di genangan air akibat banjir di Kabupaten Manggarai Barat. (AntaraNewsNTT/Humas Pemkab Manggarai Barat)

Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur mulai melakukan pengasapan (fogging) di lokasi banjir di Kecamatan Komodo guna mencegah menyebarnya penyakit demam berdarah (DBD) di lokasi tersebut.

"Sejumlah petugas kesehatan sudah melakukan pengasapan di lokasi banjir, karena saat ini masih banyak lokasi di sekitar rumah warga yang tergenang air," kata Kabag Humas Pemkab Manggarai Barat Paulus Jeramun saat dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (17/3).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan proses pencegahan DBD di dua desa yakni Capi dan Golobilas di Kecamatan Komodo yang menjadi lokasi bencana banjir bandang.

Pasalnya di lokasi pengungsian khusus bencana longsor beberapa waktu lalu, sempat ada warga yang sakit, namun sudah bisa sembuh kembali setelah ditangani oleh pihak medis di daerah itu.

"Kami tak ingin nanti akan ada DBD di daerah itu, apalagi Manggarai Barat beberapa waktu lalu sudah masuk dalam KLB DBD, sehingga kami mencoba untuk mencegah penyebarannya khususnya di lokasi bencana," katanya.

Selain melakukan pengasapan, petugas kesehatan juga menyebarkan bubuk abate di setiap genangan air, gentong air, dan lokasi-lokasi yang tergenang banjir, apalagi Manggarai Barat saat ini curah hujannya masih tinggi.

Terkait pasokan bantuan bagi korban bencana, kata Paulus, hingga saat ini ada 95 Kepala Keluarga di Dusun Walang yang hingga kini kesulitan mendapatkan bahan pangan, walaupun dusun tersebut tak menjadi lokasi bencana.

Akses jalan ke dusun tersebut masih tertutup material banjir sehingga membuat masyarakat setempat kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Baca juga: Longsor masih terjadi di sekitar jembatan Wailiang
Baca juga: Ribuan pengungsi masih bertahan


 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar