Gerakan Tanam Cabai

id Cabai

Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur terus menggencarkan tanam cabai sebagai salah satu upaya untuk menekan harga komoditas tersebut di waktu mendatang.

"Setiap lahan pekarangan yang kosong dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai," kata Yohanes Tay Ruba.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur Yohanes Tay Ruba mengatakan langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah kenaikan harga cabai pada masa mendatang adalah melalui gerakan menanam cabai.

"Setiap lahan pekarangan yang kosong dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai. Apabila lahan tersebut dimanfaatkan secara maksimal, maka dapat mencegah dan menyelesaikan permasalahan kenaikan harga komoditas tersebut," katanya di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya segera menggencarkan program pemanfaatan pekarangan secara masif seperti beras dan jagung dan komoditi lainnya.

"Kami akan memanfaatkan seluruh BPTP melakukan pembibitan seperti cabai, sayur dan buah-buahan tertentu yang diperuntukkan perkarangan rumah tangga yang memungkinkan untuk ditanami," katanya.

Ia mengatakan, komoditas cabai terutama jenis merah kecil di sejumlah pasar modern dan tradisional dalam Kota Kupang dan sekitarnya hingga pertengahan Januari 2017 mengalami kenaikan harga mencapai Rp120 ribu.

Di Pasar Kasih Naikoten Kupang, misalnya, harga cabai merah kecil masih dijual dengan harga Rp120 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai merah kriting dilepas dengan harga Rp110.000, sementara cabai merah besar Rp100 ribu per kilogram.

Namun memasuki pekan akhir Januari 2017 harga cabai di sejumlah pasar tradisional dan modern dalam Kota Kupang dan sekitarnya mulai bergerak turun dari Rp120 ribu per kilogram menjadi Rp90 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram (kg) setelah operasi pasar dari Bulog dan instansi teknis terkait.

Penurunan harga cabai tersebut sudah terjadi sejak tiga kali, meskipun tidak drastis tetapi perlahan-lahan mulai pertengahan Januari harga cabai masih dijual Rp120 ribu per kg, kemudian turun menjadi Rp100 ribu per kg dan kini turun lagi menjadi Rp90-80.000.

Ia mengatakan, cabai terutama jenis merah kecil sebelumnya di sejumlah pasar modern dan tradisional di Kota Kupang dan sekitarnya hingga pekan pertama dan kedua Januari masih bertahan dengan harga Rp120 ribu atau belum juga turun harga.

Setelah saran berbagai pihak agar Operasi Pasar (OP) cabai digelar, harga komoditas bahan pangan dan bumbu inipun terus mengalami penurunan meskipun tidak sedrastis harga sebelum terjadi kenaikan tinggi," kata distributor cabai untuk wilayah Kupang dan sekitarnya, Samir Amir.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar