Delapan objek wisata penyanggah di NTT dikelolah BUMDes

id Dinas PMD Provinsi NTT

Delapan objek wisata penyanggah di NTT dikelolah BUMDes

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk (ANTARA FOTO/Benediktus Jahang)

Sebanyak delapan objek wisata penyanggah di wilayah NTT, mulai tahun ini akan dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Sinun Petrus Manuk mengatakan sebanyak delapan objek wisata penyanggah di wilayah NTT, mulai tahun ini akan dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Delapan objek wisata tersebut adalah Pantai Liman dan Gunung Timau di Kabupaten Kupang, Desa Wisata Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Lamalera di Kabupaten Lembata, Perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, wisata alam sekitar Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, serta sebuah objek wisata di Kabupaten Alor.

"Objek-objek wisata tersebut mulai dikembangkan dalam tahun ini oleh BUMDes," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa (7/5) seraya menambahkan pengelolaan objek wisata lewat BUMDes akan dilakukan secara bertahap untuk 21 kabupaten se-NTT sesuai target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) pemerintah provinsi setempat.

BUMDes-BUMDes tersebut, lanjutnya akan diperkuat dari aspek sumber daya manusia (SDM) maupun maupun secara kelembagaan. "Kami berharap agar BUMDes yang mulai diperkuat ini bisa bertumbuh menjadi mandiri sebagai kekuatan ekonomi baru di desa-desa dengan mengelola potensi pariwisata yang ada," katanya.

Mantan penjabat Bupati Lembata itu mencontohkan objek wisata Lapale Hills di Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba, yang sudah dikelola BUMDes dengan penghasilan rata-rata Rp40 juta per bulan.

"Kami ingin BUMDes-BUMDes lainnya yang mulai diperkuat ini juga bisa tumbuh seperti itu, bisa mendatangkan keuntungan dengan dengan perspektif bisnis," katanya.

Baca juga: BUMDes Honihama bantu pasarkan hasil bumi petani
Baca juga: BUMDes di Flores diharapkan bisa kelola usaha kopi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar