
DJPb: Penyaluran THR Lebaran 2026 di NTT capai Rp255,41 miliar

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat realisasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 untuk aparatur negara di provinsi itu tela mencapai Rp255,41 miliar.
“Berdasarkan data monitoring per 16 Maret 2026, akumulasi realisasi THR yang diproses telah mencapai Rp255,41 miliar atau sebesar 93,21 persen dari total target pagu sebesar Rp274 miliar,” kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu NTT Adi Setiawan di Kupang, Selasa.
Ia menyebutkan dana tersebut telah disalurkan kepada PNS, TNI, dan Polri sebesar Rp145,34 miliar atau 87 persen dari target untuk 33.756 penerima, sementara PPPK terealisasi Rp22,56 miliar atau 72 persen bagi 8.471 penerima.
Adapun untuk pegawai pemerintah nonpegawai negeri (PPNPN) telah melampaui target awal dengan realisasi 100 persen atau senilai Rp5,7 miliar.
Sementara itu, Tunjangan Kinerja (Tunkin) mencatatkan persentase tertinggi sesuai target dengan total nominal mencapai sekitar Rp80 miliar.
“Keberhasilan akselerasi ini didukung oleh kinerja solid enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di NTT dalam mengawal pencairan dana THR,” kata dia.
Adi menyampaikan bahwa KPPN Atambua mencatat persentase realisasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertinggi sesuai target.
Sementara itu, KPPN Larantuka mencatat realisasi 97,67 persen, disusul KPPN Waingapu 96,97 persen, KPPN Ende 93,96 persen, KPPN Kupang sebagai wilayah dengan pagu terbesar 91,45 persen, dan KPPN Ruteng 91,20 persen.
Ia mendorong koordinasi yang responsif dalam penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM) secara akurat, sehingga membantu meminimalisir retur SP2D dan mempercepat distribusi dana ke rekening penerima.
“Bagi masyarakat NTT secara luas, pencairan dana sebesar lebih dari seperempat triliun rupiah ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi yang signifikan,” katanya.
Menurut dia, peningkatan daya beli pegawai di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya keagamaan akan mendorong perputaran uang di pasar lokal dan sektor UMKM, sehingga memberikan dampak multiplier positif bagi kesejahteraan masyarakat di NTT.
“Pemerintah melalui seluruh KPPN di lingkup Provinsi NTT terus berkomitmen mempercepat target penyaluran yang tersisa guna memastikan seluruh hak penerima dapat tersalurkan tepat waktu sebelum hari raya,” tutupnya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
