Kenapa Pulau Sumba diguncang gempa sampai 292 kali dalam sebulan?

id gempa sumba

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Waingapu, Sumba Timur, Arief Tyastama. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

"Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik," kata Arief Tyastama.
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Waingapu, Sumba Timur, Arief Tyastama mengatakan, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik.

"Sumba selalu diguncang gempa karena berada pada batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indoaustralia dan lempang eurasia," kata Arief Tyastama di Kupang, Rabu (15/5).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama bulan April 2019, terjadi 292 kali gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa bumi yang terjadi pada bulan April 2019 itu, berdasarkan kekuatan gempa lebih didominasi gempa bumi dengan kekuatan M<4.0 skala richter (SR), yakni sebanyak 267 kejadian atau 91.44 persen dari seluruh kejadian gempa bumi pada bulan April 2019.

Sedangkan berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, katanya, didominasi oleh gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 Km (D<60), sebanyak 240 kejadian gempa bumi atau 82.19 persen dari seluruh kejadian gempa bumi selama April.

Baca juga: Sumba Barat kembali diguncang gempa tektonik 6,0 SR

Dari 292 kejadian gempa bumi pada bulan April 2019 terjadi dua kali kejadian gempa bumi yang dirasakan yaitu pada 9 dan 15 April 2019 yang terasa di wilayah Pulau Sumba.

Mengenai sejarah bencana gempa, Arief mengatakan, pada 19 Agustus tahun 1977, wilayah selatan Pulau Sumba pernah dihantam gelombang tsunami.
Gelombang tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) itu, meluluhlantahkan beberapa perkampungan di wilayah itu.

Gelombang tsunami di Selatan Sumba itu juga dirasakan di Pulau Sumbawa dengan  gelombang tsunami sepanjang pantai Pulau Sumbawa setinggi 10 meter. Dan tinggi gelombang tsunami di pantai Utara Australia enam meter.

Dalam peristiwa tsunami itu, sedikitnya 100 orang meninggal dunia, 75 orang luka-luka dan 89 korban dilaporkan hilang. Korban tersebut termasuk warga Sumbawa. Kebanyakan korban dan kerusakan akibat bencana itu disebabkan oleh tsunami. 

Baca juga: Gempa susulan 6,7 SR guncang Sumba Barat
Baca juga: Sesar Thrust Fault bangkitkan gempa di Sumba Barat
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar