Sebuah bengkel motor di Kupang terbakar, apa penyebabnya?

id Kebakaran

Sejumlah petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa-sisa api yang melahap salah satu bengkel motor di Kota Kupang, Kamis (18/7). (ANTARA FOTO/ Kornelis Kaha)

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mengerahkan dua unit truk untuk memadamkan api yang melahap bengkel motor yang terletak di Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kamis (18/7) siang.
Kupang (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mengerahkan dua unit truk untuk memadamkan api yang melahap bengkel motor yang terletak di Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kamis (18/7) siang.

"Dua unit mobil damkar kita kerahkan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran ini. Sangat bahaya kalau tidak dipadamkan secepatnya akan merembet ke rumah warga sekitarnya," kata Kepala Seksi Operasi dan Investigasi Dinas Pemadaman Kota Kupang Victor Ataupah di Kupang, Kamis (18/7).

Hal ini disampaikannya saat turun langsung memadamkan api yang melahap seluruh tempat tambal ban yang berada tepat di pinggir jalan tersebut. Akibat kebakaran itu, sebagian jalan Soekarno Hatta tersebut ditutup oleh aparat kepolisian dan diarahkan untuk melewati jalur lain.

Ia mengatakan bahwa kebakaran tersebut diduga akibat kompor yang meledak di bengkel tersebut. "Sebab menurut informasi yang kami dapatkan dari warga sekitar lokasi, bengkel itu juga sering digunakan oleh kerabat pemilik tambal ban itu untuk nongkrong sambil minum kopi," tambah dia.

Baca juga: Waspadai kebakaran di Kota Kupang
Seorang petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan sisa-sisa lidah api yang melahap salah satu bengkel motor di Kota Kupang, Kamis (18/7) (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Ia juga mengatakan akibat kebakaran tersebut, pemilik bengkel itu dilarikan ke rumah sakit terdekat karena tangan kanannya ikut terbakar akibat meledaknya kompor tersebut. "Saat kami tiba di sini, pemiliknya sudah dibawa ke RS. Katanya tangan kanannya terbakar," tambah dia.

Ia juga mengimbau agar di musim kemarau dengan cuaca panas disertai dengan angin kencang seperti ini, masyarakat diminta lebih berhati-hati, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja.

Anton, tetangga dari pemilik tambal ban itu mengatakan bahwa saat kejadian, ia sangat kaget. Api begitu cepat menjalar, karena di lokasi bengkel itu juga ada bensin yang dijual di dalam botol. "Beruntung tidak merembet ke warung saya," ujar Anton sambil mengelus dadanya.

Baca juga: Dispar prihatin terhadap kebakaran kampung adat Nggela
Baca juga: Pihak kepolisian diminta selidiki kebakaran kampung adat
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar