Peserta SMN 2019 dapat pembekalan jurnalistik dari Kantor Berita ANTARA

id Jurnalistik

Pewarta ANTARA Bernadus Tokan sedang memberikan materi soal tata cara penulisan berita yang baik dan benar kepada sejumlah peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 saat pelatihan materi jurnalistik di Kupang, NTT (14/8/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).

Sebanyak 25 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Nusa Tenggara Timur mendapatkan pembekalan jurnalistik dari pewarta Kantor Berita ANTARA Kupang sebelum mereka diberangkatkan ke Jambi pada Kamis (15/8).
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 25 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Nusa Tenggara Timur mendapatkan pembekalan jurnalistik dari pewarta Kantor Berita ANTARA Kupang sebelum mereka diberangkatkan ke Jambi pada Kamis (15/8).

Pewarta ANTARA Biro NTT  Bernadus Tokan dalam pemaparannya kepada puluhan peserta tersebut di salah satu hotel di Kupang, Rabu (14/8), mengatakan bahwa hal utama dalam penulisan berita penulis harus memperhatikan ketentuan 5W dan 1H.

"Hal utama yang harus diperhatikan oleh seorang penulis berita adalah 5W plus 1H, seperti Who, Why, What, When, Where, dan How," kata dia. Dalam kesempatan tersebut, Bernadus juga sempat memberikan contoh tentang berita yang di dalamnya terdapat penjelasan terkait dengan 5W dan 1H.

Puluhan peserta SMN berasal dari 22 kabupaten dan kota di Provinsi NTT itu juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan tentang cara penulisan berita yang baik dan benar.

"Saya kasih waktu 20 menit untuk adik-adik bisa praktikkan bagaimana cara penulisan berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar," tutur Bernadus.

Baca juga: 20 pelajar asal Jambi jadi peserta SMN 2019 ke NTT

Seorang peserta SMN dari Kabupaten Kupang, Yuni Kerans, mengatakan materi jurnalistik yang diberikan pewarta Kantor Berita ANTARA, baik materi fotografi maupun tata cara penulisan berita, sebagai bekal yang berguna bagi dirinya, baik selama mengikuti program tersebut maupun setelah kegiatan itu.

"Pelajaran-pelajaran seperti ini tidak kami dapatkan di bangku sekolah, jadi hal ini sangat berguna bagi kami, karena kami dapat tambahan ilmu baru dalam kegiatan ini," ujar Kerans.

Dia mengaku mendapatkan banyak hal baru melalui pelatihan jurnalistik tersebut. Ia juga mengaku bahwa hal yang paling sulit dalam menulis adalah memikirkan kalimat awal dalam suatu rencana tulisan.

Baca juga: BUMN Hadir - Peserta SMN dari Sulawesi Utara kembali ke Manado
Baca juga: BUMN Hadir - Menteri BUMN harapkan peserta SMN jaga NKRI

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar