Sulaiman akhirnya ditemukan, namun nelayan itu sudah tidak bernyawa

id SAR

Para nelayan asal Lohayong sedang mencari jasad Sulaiman Apang, setelah ditabrak kapal cepat Fantasi Express 88. (ANTARA FOTO/Dok).

"Saat ditemukan korban sudah tak bernyawa lagi, sehingga para nelayan langsung mencari pertolongan untuk mengangkat jasad Sulaiman Apang," kata Kapolres Flores Timur AKBP Deny Abrahams.
Kupang (ANTARA) - Kepolisian Resor Flores Timur melaporkan bahwa Sulaiman Apang (47), nelayan yang ditabrak bersama perahunya oleh kapal cepat Fantasi Express 88 pada akhir Agustus lalu, sudah ditemukan oleh para nelayan dari Desa Lamahala, namun dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Rabu (11/9), mengatakan korban ditemukan di wilayah Pantai Dusun II Watan Pao ketika sejumlah nelayan itu akan menebarkan pukat.

"Saat ditemukan korban sudah tak bernyawa lagi, sehingga para nelayan langsung mencari pertolongan untuk mengangkat jasad Sulaiman Apang," katanya dan menambahkan saat ini jasad Sulaiman Apang disemayamkan di rumah keluarganya di Lohayong, sambil menunggu upacara pemakaman.

Proses pencarian terhadap Sulaiman Apang sendiri sudah dilakukan Tim SAR dari Maumere sejak hari pertama korban dinyatakan hilang setelah perahunya ditabrak kapal cepat Fantasi Express 88. Upaya pencarian dilakukan selama sepekan, namun tidak membuahkan hasil.

Dalam kasus ini, Polres Flores Timur di Larantuka akhirnya menahan nahkoda kapal cepat tersebut sebagai tersangka.

Baca juga: Ritual adat untuk cari nelayan yang hilang
Baca juga: SAR Maumere cari nelayan hilang di Watanpao

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar