Menurut BMKG, petir cenderung memilih tempat terbuka

id petir

Menurut BMKG, petir cenderung memilih tempat terbuka

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sidiono Abadi (kiri). (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Petir cenderung memilih tempat terbuka sebagai obyek sambarannya sehingga masyarakat perlu waspada saat beraktivitas di tempat terbuka.
Kupang (ANTARA) - Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi mengatakan petir cenderung memilih tempat terbuka sebagai obyek sambarannya sehingga masyarakat perlu waspada saat beraktivitas di tempat terbuka. 

"Petir cenderung memilih tempat terbuka, objek yang tinggi, dan tonjolan di permukaan bumi. Objek tinggi bisa berupa tiang ataupun pohon, dan tonjolan bisa berupa bukit atau gunung maupun manusia, hewan, dan bangunan yang berada di tempat terbuka," katanya kepada ANTARA di Kupang, Minggu (8/12). 

Penjelasan Agung tersebut menjawab pertanyaan awam seperti apa atau obyek yang mana yang rawan terkena sambaran petir dan perlu dihindari saat cuaca buruk atau hujan. 

"Artinya, orang yang berada di tengah sawah, bermain bola di lapangan, maupun berlayar di atas kapal di lautan terbuka, dapat berpotensi menjadi obyek yang rawan disambar petir," katanya.

Petir, kata dia, akan menyambar semuanya tanpa memilih-milih dan dapat menyambar beberapa objek sekaligus.

Baca juga: Belasan ekor sapi di Kupang tewas tersambar petir
Baca juga: Belasan sapi tewas tersambar petir, kerugian mencapai Rp98 juta


Karena itu, masyarakat harus selalu waspada pada kilatan-kilatan petir, saat berada dibawa pohon, tempat terbuka yang bisa menimbulkan potensi terjadinya petir. 

Petir, kilat atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh atau guntur. 

Perbedaan waktu kemunculan petir dan guruh disebabkan perbedaan antara kecepatan suara dan cahaya.

Pekan ini, belasan ekor ternak sapi milik warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mati menggenaskan karena tersambar petir.

Selain itu, salah seorang warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) juga dilaporkan meninggal dunia karena tersambar petir.

Baca juga: Hujan petir berpotensi terjadi di Alor dan Flores Timur

Hujan petir
Karena itu BMKG mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan disertai petir.

"Kewaspadaan ini penting mengingat sudah ada korban jiwa akibat disambar petir," kata Agung Sudiono.

Berdasarkan prakiraan cuaca, selama satu pekan ke depan masih berpotensi terjadi hujan disertai petir dan angin kencang yang terjadi siang-sore di wilayah NTT.

Dia mengatakan, ada beberapa cara yang perlu diketahui masyarakat agar terhindar dari sambaran petir.
 
Waspadai terhadap bahaya petir. (ANTARA FOTO-HO-/BMKG)


"Sedikitnya ada lima cara agar terhindar dari sambaran petir, antara lain, segera masuk ke dalam ruangan jika sedang berada di luar dan mendengar guntur.

Hindari berlindung di bawah pohon, karena pohon yang tersambar petir energinya dapat melompat ke tubuh, hindari berada di lahan terbuka seperti sawah, lapangan, taman, karena petir mencari tanah untuk melepas energinya.

Dan, jauhi tiang listrik, gedung tinggi, atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir, demikian Agung Sudiono Abadi.

Baca juga: PLN Pasang Empat Penangkal Petir di Timor
Baca juga: PLN Datangkan Ahli Gangguan Petir
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar