Pemprov NTT diminta siaga antisipasi virus Corona

id virus corona

Pemprov NTT diminta siaga antisipasi virus Corona

Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa. ANTARA/Bernadus Tokan

"Selain siaga, pemerintah perlu segera melakukan sosialisasi secara sistemik mengenai penyakit yang disebabkan virus tersebut," kata Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa..
Kupang (ANTARA) - Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta semua pihak, terutama pemerintah daerah, siaga penuh untuk mengantisipasi masuknya virus Corona di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Selain siaga, pemerintah perlu segera melakukan sosialisasi secara sistemik mengenai penyakit yang disebabkan virus tersebut," kata Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa di Kupang, Sabtu (25/1).

Menurut dia, langkah siaga sebagai penting mengingat wilayah NTT, terutama Labuan Bajo, menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing.

"Memang kita belum mengetahui apakah virus itu sudah masuk Indonesia atau belum, tapi siaga dan deteksi dini perlu dilakukan," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT itu.

Dia menjelaskan penyakit yang disebabkan virus Corona belakangan ini telah mewabah di sejumlah negara setelah diketahui di Cina dan Vietnam.

Empat virus Corona yang menyerang manusia adalah HCoV-229E, HCoV-OC43, HCoV-NL63 dan HCoV-HKU1 yang  menyebabkan pilek, penyakit mirip flu dan penyakit pernapasan yang lebih parah seperti pneumonia. 
Kegiatan masyarakat termasuk merayakan Imlek di Klenteng ditiadakan, hanya untuk menghindari wabah corona. (ANTARA FOTO/HO-Ist)
Virus Pneumonia adalah kombinasi infeksi virus pada paru-paru dengan respons imun tubuh terhadap kerusakan tersebut.
Oleh karena itu, ia mengemukakan tentang pentingnya siaga dan meningkatkan kewaspadaan serta deteksi dini.

Mantan Wakil Ketua DPRD NTT itu, menambahkan sosialisasi secara sistemik juga perlu dilakukan agar masyarakat mengerti tentang virus itu dan upaya mengantisipasi bisa mereka lakukan.

Dia juga meminta pemerintah menyiagakan seluruh fasilitas layanan kesehatan agar deteksi dini dan penanganan sesegera mungkin dilakukan apabila gejala-gejala penularan penyakit itu sudah mulai terasakan.

Yunus mengaku bahwa pihaknya telah mendapat penjelasan dari Dinas Kesehatan bahwa gejala serangan virus itu, antara lain gangguan pernapasan, demam, bersin, flu, pusing, dan batuk berkepanjangan.

"Virus ini merupakan virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia. Struktur tubuh virus ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer, glikoprotein yang menyerupai paku, genom RNA positif, dan protein nukleokapsid," katanya.
Foto yang diunggah ke media sosial pada 25 Januari 2020 oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan menunjukkan staf medis merawat pasien, di Wuhan, China. (ANTARA/REUTERS/Weibo/aa). 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar