Empat warga Sikka meninggal, status KLB DBD diperpanjang

id DBD

Empat warga Sikka meninggal, status KLB DBD diperpanjang

Petugas PMI sedang melakukan pengasapan (fogging) di sebuah dusun di Kabupaten Sikka, Flores, NTT. (ANTARA/HO- PMI Jember)

"Atas dasar itu, maka kami memandang penting untuk memperpanjang status KLB DBD di Kabupaten Sikka sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Fransiskus Roberto Diogo..
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur menyatakan empat orang warganya meninggal dunia akibat serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melanda daerah itu sejak Januari 2020.

"Atas dasar itu, maka kami memandang penting untuk memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kabupaten Sikka sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sebagaimana dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka Awales Syukur di Maumere, Kamis (13/2).

Awales Syukur mengatakan serangan DBD di Kabupaten Sikka telah menyebar di 19 dari 21 kecamatan yang ada, dengan mencatat 567 kasus dari sebelumnya hanya 405 kasus DBD

Ia menguraikan dari 19 kecamatan yang terserang DBD tersebut, ada enam kecamatan yang kasus DBD-nya paling tinggi, yakni Kecamatan Magepanda, Alok, Nita, Alok Barat, Alok Timur dan Kecamatan Talibura.

"Hanya ada dua kecamatan di Sikka yang hingga saat ini masih bebas dari serangan penyakit DBD yaitu Kecamatan Palue dan Waiblama," kata Awales Syukur.

Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka telah memperpanjang status darurat KLB di Sikka menyusul terus meningkatnya kasus KLB DBD yang menyerang 19 kecamatan di Sikka.

Menurut dia, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengapresiasi terhadap tim reaksi cepat penanggulangan DBD Kabupaten Sikka yang terus bekerja keras dalam melakukan penanggulangan penyakit DBD.

"Meskipun ada peningkatan kasus tetapi korban nyawa masih mampu diatasi melalui pelayanan yang cepat guna meminimalisir bertambahnya korban yang meninggal dunia," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan perang terhadap nyamuk Aedes Aegypti dengan cara menggelar kerja bhakti bagi semua elemen masyarakat yang ada untuk memberantas sarang nyamuk. "Bupati Sikka akan menetapkan satu hari sebagai hari libur untuk kerja bhakti," katanya.
Petugas kesehatan sedang melakukan fogging atau pengasapan di sebuah kampung di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT.(ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki/af/foc).
Perpanjang
Awales Syukur mengatakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sudah memutuskan untuk perpanjang status darurat KLB DBD karena prevalensinya masih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Sikka pada Januari 2020 menetapkan status KLB DBD menyusul meninggalnya dua orang anak akibat serangan DBD dengan jumlah kasus sebanyak 405 penderita DBD.

Bupati Sikka Fransiskos Roberto Diogo berharap agar penanganan DBD yang sedang melanda 19 kecamatan di Kabupaten Sikka harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali.

Bupati Sikka sudah menginstruksikan kepada semua camat dan kepala desa serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan kerja bakti guna meminimalisir meluasnya serangan DBD, sekaligus membunuh jentik-jentik DBD yang lahir dari rahim nyamuk Aedes Aegypti.

Ia mengatakan sebuah tim dari Kementerian Kesehatan akan turun langsung ke beberapa kecamatan di Kabupaten Sikka untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan di beberapa daerah yang terserang DBD.
Seorang ibu sedang merawat dan menjaga anaknya yang menderita demam berdarah dangue (DBD) yang dirawat di salah satu ruangan di RSUD Prof WZ Johanes di Kota Kupang, NTT, Jumat (7/2/2020). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/pdn)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar