Feature - Mama Emi di mata para pedagang

id Gubernur

Feature - Mama Emi di mata para pedagang

Calon Wakil Gubernur NTT Emilia Nomleni mengangkat nomor urutnya sambil meneteskan air mata usai rapat pleno terbuka penarikan nomor urut yang digelar oleh KPU di Kupang,NTT (13/2). (Antara Foto/Kornelis Kaha)

Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2 ini sudah dikenal jauh-jauh hari oleh rakyat NTT, khususnya Kota Kupang, tempat tinggalnya.
Para politikus yang mendadak turun menyambangi pemukiman masyarakat menjelang pemilu, sudah menjadi hal yang tidak asing lagi.

Di musim kampanye, para politikus tersebut kerap melakukan pencitraan agar terkesan merakyat dengan harapan bisa meraih suara yang signifikan.

Namun hal itu tidak belaku bagi Emellia Julia Nomleni atau yang kerap disapa Mama Emi. Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2 ini sudah dikenal jauh-jauh hari oleh rakyat NTT, khususnya Kota Kupang, tempat tinggalnya.

Saat mengunjungi Pasar Oeba, Kota Kupang, Sabtu (24/3), hampir semua pedagang di sana mengenal Mama Emi.

Bagaimana tidak Emi adalah wanita fenomenal di Pilgub NTT yang terus menjadi perbincangan pascapasangannya Marianus Sae tertangkap KPK karena diduga korupsi menjelang penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur di NTT beberapa waktu lalu.

Frans Ati (61), yang sudah berjualan pinang dan sirih lebih dari 20 tahun di Pasar Oeba, menuturkan bahwa dirinya dan banyak pedagang lainnya sudah mengenail baik sosok Mama Emi.

Walau belum ada kandidat yang berkampanye ke pasar itu, Frans itu cukup tahu siapa sosok calon wakil gubernur dari paket Marianus Sae- Emelia Nomleni atau Mama Emi tersebut.

Baca juga: Akankah Emilia bertahan sampai garis akhir?
Calon Wakil Gubernur NTT, Emilia Nomleni (tiga dari kiri) sedang menanam padi bersama para petani di Sabu Raijua.(ANTARA Foto/ist)
Karena, katanya, Pasar Oeba ini adalah tempat Mama Emi biasa belanja.

Frans berasal dari Timor Tengah Selatan (TTS), kabupaten di mana Mama Emi menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan. Tepatnya di Desa Op, Kecamatan Nunkolo.

Bapak tua itu mengatakan, kondisi Kota Kupang tentu berbeda dengan desanya yang belum ada listrik, meski jalan dan air sudah cukup baik.

Ia sangat berharap Mama Emi sebagai seorang ibu dan calon wakil gubernur mengetahui kebutuhan warganya.

Perbaikan jalan
Raim (25), pemuda penjaga warung di Pasar Oeba, juga mengenal sosok Mama Emi. Bahkan, warga desanya di Kecamatan Molo Utara, Kabupaten TTS, sudah terpikat dengan pasangan calon nomor 2 ini.

Namun ia mengeluhkan di Kecamatan Molo Utara, jalan yang masih cukup parah.

Apabila warga membawa pisang masak dari kampung menggunakan mobil, maka begitu sampai di kota sudah rusak, karena jalannya rusak parah. Apalagi, jika hujan turun, kondisi jalan akan semakin parah.

Baca juga: Jangan bangun permusuhan dalam pilkada
. Emilia Nomleni, sosok wanita sederhana yang kini menjadi calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2018-2023. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha) 


Tidak hanya para pedagang Pasar Oeba, pengunjung pun rata-rata sudah akrab dengan sosok Mama Emi. Misalnya saja, Dangki (49), pria asal Kota Kupang yang kesehariannya sebagai wirausaha.

"Secara emosional, kami ada kedekatan dengan Mama Emi. Ini saya akui dengan jujur. Terkhusus bagi pemuda Ebenhezer," katanya.

Mama Emi di mata Dangki adalah sosok yang tidak hanya hadir dalam kegiatan politik, namun juga dalam kegiatan-kegiatan gereja.

Ia menuturkan bahwa Mama Emi sudah sejak dulu dekat dengan rakyat, bukan menunggu ajang pilkada baru merapatkan diri dengan masyarakat. "Kami tahu baik sosoknya. Dalam kegiatan kami, dia selalu hadir dan memberikan bantuan. Dan itu tanpa pamrih," katanya.

Sebagai seorang yang terus bergelut dalam dunia kerohanian, Dangki megaku tahu seberapa besar kualitas dari pasangan Marianus Sae ini.

Sosok Mama emi dinilai punya kualitas baik sebagai seorang pemimpin dan selalu menanggapi segala masalah dengan elegan.

Harapan Millenial
Pada suatu hari, saat Mama Emi hendak bersantai di sebuah kafe di Kota Kupang tiba-tiba dirinya bertemu dengan sejumlah anak muda atau yang biasa disebut dengan kalangan "millenial zaman now".

Mereka pun sontak berebutan menghampiri Mama Emi dan "berselfie" ria. Kemudian Mama Emi pun menyempatkan diri untuk menyanyikan sebuah lagu.

Cawagub dari paket Marianus Sae-Mama Emi (MaMa) ini mengatakan, kedatangannya ke kafe selain untuk refreshing, juga untuk menjaring aspirasi kaum muda.

Baca juga: Lipsus - Makna nomor urut bagi Calon Gubernur NTT
Sejumlah pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTT berpose bersama usai mendapatkan nomor urut usai rapat pleno terbuka penarikan nomor urut yang digelar oleh KPU di Kupang,NTT (13/2). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
"Anak-anak muda setahu saya kalau malam minggu nongkrongnya di kafe, sehingga perlu didatangi. Dengar keluhan mereka dan apa mau mereka, seperti seorang mama mendengar curahan hati anaknya," ujar Mama Emi.

Menurut Mama Emi, kaum muda adalah aset daerah yang perlu dijaga dan dibimbing. Dia tidak berjanji muluk-muluk untuk kaum muda, namun berkomitmen akan selalu memprioritaskan kebutuhan kaum muda lewat program kerjanya.

Dia mencontohkan, saat ini anak-anak muda tidak terlepas dari media sosial, namun jaringan internet yang murah sulit dijangkau. Karena itu, dia berkomitmen akan memprioritaskan kebutuhan kaum muda.

Semua potensi ada di kaum muda, sehingga jika program pemerintah daerah tidak menyentuh kebutuhan mereka, maka banyak anak-anak muda akan terjerumus ke jalan yang salah.

Saat berdiskusi dengan pengunjung kafe itu, sebagian kaum muda menyinggung masalah tingkat pengangguran di NTT yang didominasi kaum muda.

Dinarti, misalnya, gadis berusia 25 tahun itu mengatakan, pemerintahan NTT sebelumnya hingga saat ini belum memiliki program brilian untuk mengatasi masalah pengangguran.

Dia pun meminta Mama Emi nantinya harus punya program inovatif khususnya mengatasi masalah pengangguran.

Baca juga: KPU tetapkan empat paket calon gubernur NTT
Calon Wakil gubernur NTT Emilia Nomleni mengangkat nomor urutnya usai rapat pleno terbuka penarikan nomor urut yang digelar oleh KPU di Kupang,NTT (13/2). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Menjawab keluhan itu, Mama Emi menjelaskan, pengangguran terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara tenaga kerja dengan lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan yang tercipta cenderung sedikit sehingga menyebabkan banyak tenaga kerja tidak mendapat pekerjaan.

Produktivitas suatu daerah sangat dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat, sehingga pengangguran seringkali menjadi masalah serius terhadap suatu daerah. Jika dibiarkan akan menyebabkan banyak masalah seperti kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

Karena itu, Mama Emi sudah memiliki program inovatif untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi kaum muda.

"Salah satunya mengembangkan usaha sektor informal. Pastinya akan membantu masalah pengangguran," pungkas Mama Emi.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar