Taiwan tidak ingin konfrontrasi militer dengan China

id Taiwan,China

Taiwan tidak ingin konfrontrasi militer dengan China

Arsip - Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen, Oktober 2020. (ANTARA/Reuters)

...Namun, Taiwan juga akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasan dan cara hidup berdemokrasinya

Taipei (ANTARA) - Taiwan tidak menginginkan konfrontasi militer dengan China, tetapi akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasannya, kata pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen, Jumat, (8/10).

Pernyataan tersebut diungkap Ing-en menyusul ketegangan yang kian memanas antara China antara Taiwan dan memicu kekhawatiran dunia.

Taiwan yang diakui China sebagai wilayahnya melaporkan hampir 150 pesawat angkatan udara China terbang memasuki zona udara pertahanannya selama empat hari mulai Jumat lalu kendati misi tersebut telah berakhir.

Taiwan mengeluhkan tindakan China seperti itu selama lebih dari setahun yang mereka anggap sebagai “perang zona abu-abu” yang dirancang untuk melemahkan angkatan bersenjata Taiwan dan menguji kemampuan mereka untuk merespons.

“Taiwan tidak menginginkan konfrontasi militer,” kata Tsai dalam sebuah forum tentang keamanan di Taipei.

“Kami berharap dapat hidup berdampingan dengan damai, stabil, terprediksi, dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga. Namun, Taiwan juga akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasan dan cara hidup berdemokrasinya,” tuturnya.

Dia menambahkan kesejahteraan di wilayah Indo-Pasifik memerlukan lingkungan yang damai, stabil, dan transparan, dan banyak kesempatan di wilayah tersebut.

“Tetapi, kondisi ini juga memicu ketegangan baru dan kontradiksi sistemik yang memberikan dampak menghancurkan pada keamanan internasional dan ekonomi global jika tidak ditangani dengan hati-hati,” ujarnya.

Baca juga: Taiwan bilang hubungannya dengan China terburuk dalam 40 tahun

Tsai menambahkan Taiwan akan bekerja sama dengan negara-negara lain sekawasan untuk memastikan stabilitas.

Baca juga: Menlu Taiwan sebut China ingin "meniru" Taliban

“Taiwan berkomitmen penuh untuk berkolaborasi dengan pelaku regional guna mencegah konflik bersenjata di China Timur, Laut China Selatan, dan Selat Taiwan,” katanya (Antara/Reuters).