Seorang balita di Sikka meninggal karena terserang DBD

id demam berdarah dengue,DBD,sikka,NTT,balita meninggal

Seorang balita di Sikka meninggal karena terserang DBD

Suasana di rumah duka seorang balita perempuan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia karena DBD, Kamis (13/1/2022) ANTARA/HO-Citos Natun

Sakit (panas) lalu tidak akses fasilitas kesehatan, itu yang bahaya. Jadi harus segera bawa untuk mendapatkan perawatan
Labuan Bajo, NTT (ANTARA) - Balita perempuan berumur empat tahun bernama Benedikta Naldiana More di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia karena demam berdarah dengue dan menjadi kasus pertama kematian akibat DBD pada tahun 2022.

"Sakit hari Minggu siang, panas, lalu sampai hari Selasa sudah dingin (badannya). Selasa malam dia sakit tapi kami belum antar ke rumah sakit," kata Laurensius Dao, ayah dari balita yang akrab disapa Nadia itu dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Kamis.

Nadia telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dokter TC Hillers Maumere pada Rabu subuh. Saat diperiksa, Nadia dinyatakan positif terserang DBD. Balita perempuan itu pun meninggal pada pukul 21.00 Wita di ruang ICU Rumah Sakit Umum Dokter TC Hillers Maumere.


Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada serangan DBD

Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka dr Clara Yosefina Francis ketika dihubungi ANTARA mengatakan Nadia merupakan korban pertama akibat DBD dalam dua minggu pertama pada bulan Januari 2022 di Kabupaten Sikka.

Saat ini terdapat 40 kasus positif DBD di Sikka pada awal Januari 2022, yang mana naik dari 31 kasus pada periode yang sama di bulan Januari 2021.

Clara mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari lingkungan masing-masing.

Baca juga: Dinkes catat kasus DBD di Kota Kupang menurun

Dia juga meminta agar keluarga memerhatikan kondisi setiap anggota keluarga lainnya. Jika ada yang mengalami gejala panas pada tubuhnya, terutama anak-anak, maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan baik Puskesmas, rumah sakit, atau dokter praktek.

Clara menyebut pertolongan harus segera diberikan jika tubuh mengalami gejala panas. Apabila diperiksa dan dinyatakan waspada DBD, maka Puskesmas akan segera dihubungi dan tim turun untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.

"Sakit (panas) lalu tidak akses fasilitas kesehatan, itu yang bahaya. Jadi harus segera bawa untuk mendapatkan perawatan," Clara mengingatkan lagi.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2022