NTT antarpulau 1.500 ekor kerbau ke Sulawesi dan Jawa

id Dani suhadi

NTT antarpulau 1.500 ekor kerbau ke Sulawesi dan Jawa

Kepala Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi

Nusa Tenggara Timur selama periode Januari-Juni 2018 telah mengantarpulau sebanyak 1.500 ekor kerbau ke Sulawesi dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan hewani masyarakat setempat.


Kupang (AntaraNews NTT) - Nusa Tenggara Timur selama periode Januari-Juni 2018 telah mengantarpulau sebanyak 1.500 ekor kerbau ke Sulawesi dan Jawa untuk memenuhi kebutuhan hewani masyarakat setempat.



"Kerbau-kerbau yang diantarpulau itu lebih dominan ke Sulawesi Selatan dan Jawa Barat," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dani Suhadi di Kupang, Jumat (29/6).



Ia menjelaskan, kerbau-kerbau yang dikirim ke Sulawesi maupun Jawa itu umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan urusan adat maupun untuk menunjang sektor pertanian.



Ia menambahkan prosesi adat di Tanah Toraja memang membutuhkan kerbau, sehingga perlu terus dipasok dari wilayah-wilayah potensial seperti Pulau Sumba dan wilayah barat Pulau Flores.



Baca juga: Hidup Mati Kerbau Rawa Danau Panggang



Dani mengatakan, pemerintah terus berupaya mengembangkan populasi ternak kerbau di daerah Itu dengan membangun pusat instalasi pembibitan ternak kerbau di Laura, Kabupaten Sumba Barat Daya yang dimulai sejak tahun 2015.



Selain itu, khusus untuk jenis kerbau lumpur di wilayah Pulau Flores, telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian agar ditetapkan sebagai plasma nutfa. "Ketika ditetapkan menjadi plasma nutfa maka akan menjadi ciri khas genetik ternak kerbau NTT, nanti harus diuji lagi terkait silsilah genetiknya," katanya.



Ia menambahkan, terdapat beberapa jenis ternak dari NTT yang telah ditetapkan pemerintah sebagai plasma nutfa seperti Kuda Sandel, Sapi Sumba Ongol, dan Sapi Rote.



"Selanjutnya tanggung jawab dari kementerian dan pemerintah?daerah yakni melakukan perwilayahan bibit-bibit asli yang tidak bisa diintervensi dengan bibit dari luar," katanya.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar