Senin, 25 September 2017

NTT Berharap Palmerah Masuk Dalam Investasi Belanda

id Palmerah
NTT Berharap Palmerah Masuk Dalam Investasi Belanda
Kepala Dinas PU Nusa Tenggara Timur Andre W Koreh
NTT berharap rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu, Kabupaten Flores Timur, menjadi bagian dari investasi Belanda di Indonesia.
Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur, menjadi bagian dari investasi Belanda di Indonesia.

"Belum ada informasi pasti, tetapi kami tentu berharap bahwa proyek jembatan Pancasila Palmerah dan pembangun listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu masuk dalam rencana investasi Belanda," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre Koreh kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan minat investasi negara-negara pendatang baru di Indonesia pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik serta apakah Jembatan Palmerah dan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu masuk dalam rencana investasi negara-negara itu.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Kanada dan Belanda menjadi bagian dari sejumlah negara pendatang baru yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Minat investasi negara-negara itu adalah pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik.

Andre Koreh mengatakan, bisa jadi Palmerah menjadi bagian dari proyek infrastruktur dan listrik yang dibangun Belanda karena dalam berbagai pertemuan, proyek Palmerah selalu menjadi pembahasan serius antarkedua negara.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal Daerah NTT Semuel Rebo yang dihubungi secara terpisah mengatakan belum mendapat signal dari investor Belanda untuk membangun jembatan Palmerah maupun pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu.

Hanya saja, selama beberapa bulan terakhir ini, tim dari Belanda selalu datang ke Flores Timur untuk melihat lokasi sekaligus melakukan survei. "Kami tentu sangat menaruh harapan pada Belanda untuk melaksanakan proyek besar itu," katanya.

Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau dalam keterangan terpisah mengatakan, Belanda serius membangun jembatan Pancasila Palmerah dan pembangunan listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu.

"Pemerintah Belanda sangat serius, tetapi belum bisa merealisasikan pembangunan karena masih menunggu hasil Feasibility Study (FS)," kata Latif Gau kepada Antara melalui surat elektronik.

Berdasarkan hasil survei awal menunjukkan, arus Selat Gonzalu memiliki kekuatan 2,5 meter/detik pada bulan gelap dan 3,5 meter/detik pada bulan terang.

"Di Indonesia ini ada 12 titik arus yang bisa dijadikan sebagai pembangkit energi listrik, dan Selat Gonzalu merupakan terbaik," Andre Koreh.

Bahkan para ahli Turbin di Belanda mengatakan, arus Selat Gonzalu mampu menghasilkan listrik 300 Mega Watt, katanya. 

Feasibility Study
Andre Koreh mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Pancasila dan pembangkit listrik arus laut Selat Gonzalu di Kabupaten Flores Timur masuk dalam tahapan pra Feasibility Study

"Saat ini, sedang dalam tahapan pra Feasibility Study yang dilakukan PT Buana Archikom," katanya dan menambahkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga arus Selat Gonzalu dan jembatan Pancasila Palmerah ini sudah dilakukan penandatanganan MoU dan LoI proyek pembangkit listrik tenaga (PLT) arus laut di selat Gonzalu antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dengan Pemerintah Belanda.

Penandatanganan MoU dan LoI yang berlangsung di Belanda itu disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Andre Koreh mengatakan setelah selesai FS, akan dilanjutkan dengan Detail Engineering Study (DED) dan proyek tersebut sudah bisa ditawarkan kepada konsorsium untuk memulai pembangunannya.

Dia mengatakan, dari studi awal menunjukkan bahwa jembatan Palmerah yang menghubungkan Pantai Paloh di ujung timur Larantuka dengan daratan Tanah Merah di Pulau Adonara, akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi rakyat daerah itu.

"Secara ekonomi, kehadiran jembatan Palmerah dapat menggerakan sektor lain seperti pariwisata dan pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah di daerah itu," katanya.

Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau mengatakan, Belanda serius membangun jembatan Pancasila Palmerah dan pembangun listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur.

"Pemerintah Belanda sangat serius, tetapi belum bisa merealisasikan pembangunan karena masih menunggu hasil Feasibility Study (FS)," kata Latif Gau kepada Antara melalui surat elektronik.

Saat ini, kata dia, pihaknya tinggal menunggu hasil FS yang dilakukan PT Bunana Archikom. "Kalau FS sudah selesai, maka tinggal ada kesepakatan soal skema pendanaan dan pembangunan sudah bisa dimulai," katanya.

Latif Gau menambahkan, untuk proyek Tidal Bridge Larantuka, pihaknya sudah membuat pra FS dan sudah beberapa kali mengunjungi lokasi. 

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga