ASDP hentikan sementara pelayaran ke Sabu
Minggu, 30 Juni 2019 11:26 WIB
Manajer Usaha PT ASDP Cabang Kupang Hermin Welkis. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang menghentikan sementara pelayaran pada pelayaran penyeberangan Kupang-Sabu Raijua, menyusul gelombang tinggi di wilayah perairan laut wilayah ini.
"Sementara ini hanya jalur pelayaran Kupang-Sabu Raijua, karena pada jalur itu, gelombang cukup tinggi," kata Manager Usaha PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang Hermin Welkis, di Kupang, Minggu (30/6).
Dia mengemukakan hal itu, terkait peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikeluarkan BMKG, dan dampaknya terhadap pelayaran antarpulau di NTT.
Menurut dia, pihaknya terus mengikuti perkembangan cuaca di wilayah perairan laut melalui laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kalau terjadi gelombang tinggi pada jalur pelayaran yang dilalui kapal feri, maka kami akan menghentikan pelayaran karena memang kami selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dalam pelayaran," katanya menambahkan.
Baca juga: Wilayah perairan NTT dilanda gelombang setinggi 4-6 meter
BMKG, Kamis (27/6) melaporkan, gelombang setinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan laut NTT dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi itu dipicu oleh pola sirkulasi angin di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan pusat tekanan rendah 1.008 hPa di Samudra Pasifik utara Papua, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo.
Dia menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya bertiup dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi, kata dia lagi, terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, dan Laut Arafuru.
Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, kata Ota Thalo menjelaskan.
Baca juga: BMKG Kupang ingatkan nelayan waspadai gelombang tinggi
Baca juga: Gelombang di wilayah perairan NTT mencapai 4 meter
"Sementara ini hanya jalur pelayaran Kupang-Sabu Raijua, karena pada jalur itu, gelombang cukup tinggi," kata Manager Usaha PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang Hermin Welkis, di Kupang, Minggu (30/6).
Dia mengemukakan hal itu, terkait peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikeluarkan BMKG, dan dampaknya terhadap pelayaran antarpulau di NTT.
Menurut dia, pihaknya terus mengikuti perkembangan cuaca di wilayah perairan laut melalui laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kalau terjadi gelombang tinggi pada jalur pelayaran yang dilalui kapal feri, maka kami akan menghentikan pelayaran karena memang kami selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dalam pelayaran," katanya menambahkan.
Baca juga: Wilayah perairan NTT dilanda gelombang setinggi 4-6 meter
BMKG, Kamis (27/6) melaporkan, gelombang setinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan laut NTT dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi itu dipicu oleh pola sirkulasi angin di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan pusat tekanan rendah 1.008 hPa di Samudra Pasifik utara Papua, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo.
Dia menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya bertiup dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi, kata dia lagi, terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, dan Laut Arafuru.
Kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, kata Ota Thalo menjelaskan.
Baca juga: BMKG Kupang ingatkan nelayan waspadai gelombang tinggi
Baca juga: Gelombang di wilayah perairan NTT mencapai 4 meter
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum NTT dan Pemkab Sabu Raijua mengharmonisasi tiga raperda strategis
06 December 2025 10:26 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB