Dekan Fakultas Teknik Rekayasa dan Matematika atau School of Science Technology Engineering and Mathematics Universitas Prasetiya Mulya Dr Stevanus Wisnu Wijaya mengatakan pihaknya memiliki banyak produk inovasi karya mahasiswa yang dikenalkan pada masyarakat.
Ini merupakan bagian dari upaya kita dalam memberikan kontribusi pada masyarakat.
Dukungan juga diberikan pada pihak kampus pada inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Khusus untuk Robustea, kampus memfasilitasi untuk mengikuti sejumlah pameran pangan tingkat nasional. Hasilnya, Robustea mendapatkan sambutan positif dari pengunjung.
Robustea sendiri cukup laku pada pameran itu, bahkan laku hingga 650 paket selama empat hari pameran. Dengan mengikuti pameran, mahasiswa memiliki pengalaman yang luas, sehingga dapat terus mengembangkan produk yang disukai pasar dan efesien serta efektif.
Kepala Program Studi Food Business Technology Universitas Prasetya Mulya, Ihsan Iswaldi mengatakan selain membekali mahasiswa dengan pengetahuan terkait teknologi pangan juga dibekali dengan ilmu bisnis.
Baca juga: Artikel - Kopi Pagaralam tak lagi "asalan"
Prodi di kampus itu punya ciri khas, yakni pengembangan teknologi pangan dan bisnis. Jadi tidak sekadar memahami proses pangan, mulai dari panen, seleksi, pengawetan, pengemasan, hingga pendistribusian. Tidak hanya sampai di sana, juga mempelajari prinsip bisnis.
Baca juga: Artikel - Kopi Flores dan kesejahteraan petani lokal
Pihaknya ingin produk inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak sekadar menjadi tugas, tetapi juga dapat dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Bahkan dalam jangka panjang dapat menjadi perusahaan rintisan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Baca juga: Artikel - Mengolah limbah kulit kopi menjadi sumber energi terbarukanRobustea, teh dari kulit buah kopi yang kaya rasa