Semarang (Antara NTT) - Petugas gabungan mengevakuasi pesawat Wings Air 72-600 rute Bandung-Semarang yang tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Minggu.
"Ini kami sedang proses evakuasi di lapangan," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Priyo Jatmiko saat dikonfirmasi melalui telepon di Semarang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1896 dan registrasi PK WGW itu diduga mengalami "overshoot" atau keluar runway saat melakukan proses pendaratan.
Kejadian yang menyebabkan pesawat Wings Air tergelincir di runway 31 tersebut terjadi sekitar pukul 18.16 WIB dalam kondisi hujan.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko mengatakan bahwa seluruh penumpang pesawat Wings Air yang tergelincir saat mendarat dalam kondisi selamat.
"Tidak ada korban, kami sedang konsentrasi evakuasi," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon dari Semarang, Minggu malam.
Priyo mengaku menggelar konferensi pers setelah proses evakuasi pesawat Wings Air selesai dilakukan petugas gabungan. "Nanti kami berikan 'press conference'," ujarnya.
Dalam keterangan pers, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan bahwa pesawat Wings Air ATR 72-600 dengan nomor penerbangan IW 1896 dengan registrasi PK WGW rute Bandung-Semarang mengalami "overshoot" atau keluar runway pada saat melakukan proses pendaratan di Semarang.
"Pada pukul 18.24 WIB, pesawat Wings Air IW 1896 dengan rute Bandung menuju Semarang mengalami 'overshoot' di Semarang pada saat melalukan pendaratan. Cuaca pada saat melakukan pendaratan memang hujan tapi kita akan menuggu hasil lebih lanjut dari lembaga yan berwenang," katanya.
Edward menambahkan bahwa dalam penerbangan dengan Pilot in Command Capt George Tarun Rajan itu terdapat 68 penumpang dan empat kru yang semuanya dalam keadaan selamat dan saat ini penumpang telah dievakuasi ke terminal.