Kabupaten Kupang dapat bantuan alat fogging

id dbd

Sekretaris dinas kesehatan Kabupaten Kupang, Tjokorda i.st. (Beny Jahang)

"Kami mendapat bantuan dua unit mesin penyemprot nyamuk dari Pemerintah Provinsi NTT. Dua unit mesin fogging itu sudah digunakan dalam kegiatan fogging di beberapa tempat yang sudah ada kasus DBD," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Tj
Kupang, (AntaraNews) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, memberikan bantuan dua unit mesin fogging untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang guna mendukung upaya penanggulangan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste.

"Kami mendapat bantuan dua unit mesin penyemprot nyamuk dari Pemerintah Provinsi NTT. Dua unit mesin fogging itu sudah digunakan dalam kegiatan fogging di beberapa tempat yang sudah ada kasus DBD," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Tjokorda, I ST ketika dihubungi Antara di Kupang, Sabtu, (2/2), terkait upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam penangulangan kasus DBD di daerah ini.
Baca juga: DBD rentan di permukiman warga yang tidak bersih
Baca juga: Korban meninggal akibat DBD di NTT bertambah
Baca juga: Puskesmas di Kota Kupang mulai buka posko KLB DBD


Ia menjelaskan bantuan dua unit mesin fogging itu sangat membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam kegiatan fogging di Pulau Semau yang sudah ada kasus DBD.

Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas terus mengintensifkan kegiatan fogging di daerah yang telah ada kasus DBD seperti Camplong, Tarus, Oesao, Penfui Timur, Noelbaki.

Menurut dia melakukan fogging mampu melokalisir nyamuk aides agaypti dalam menyebarkan virus demam berdarah dengue.

Pemerintah NTT, kata dia, selain memberikan bantuan dua unit mesin fogging juga menyalurkan bantuan abate sebanyak dua galon yang sudah didistribuskan ke Puskesmas untuk diberikan kepada masyarakat.

Untuk diketahui kasus penyakit DBD di Kabupaten Kupang mulai terjadi awal Januari 2019 dan telah menyebabkan 68 orang dirawat serta satu penderita meninggal.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar