Wolobobo Ngada Festival di Ngada masuk KEN 2024

id pariwisata, ngada,kemenparekraf,kharisma event nusantara,flores,ken,wolobobo ngada festival

Wolobobo Ngada Festival di Ngada masuk KEN 2024

Wisatawan mancanegara yang ikut tur ke salah satu kebun kopi dalam rangkaian acara Wolobobo Ngada Festival, di Kabupaten Ngada, NTT pada tahun 2023. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

...Untuk tahun 2024 ini Wolobobo Ngada Festival masuk KEN lagi dan kali ini tema kopi yang kita tonjolkan, kata Oktavianus ketika dihubungi dari Kupang, Senin, (26/2/2024)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Oktavianus Botha Djawa mengatakan Wolobobo Ngada Festival masuk dalam penyelenggaraan Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2024.

"Untuk tahun 2024 ini Wolobobo Ngada Festival masuk KEN lagi dan kali ini tema kopi yang kita tonjolkan," kata Oktavianus ketika dihubungi dari Kupang, Senin, (26/2/2024).

Kharisma Event Nusantara merupakan sebuah program dari Kemenparekraf untuk menghidupkan ekonomi dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan daerah yang berkualitas.

Terdapat lima festival di NTT yang masuk dalam KEN 2024 yakni Festival Bale Nagi di Kabupaten Flores Timur, Festival Pesona Kebangsaan di Ende, Wolobobo Ngada Festival di Ngada, Festival Golo Koe di Manggarai Barat, dan Festival Lamaholot di Lembata.

Oktavianus mengatakan Wolobobo Ngada Festival telah dua kali digelar yakni pada tahun 2023 dan 2022 dan juga masuk dalam KEN.

Kehadiran Wolobobo Ngada Festival pada tahun 2024 ini, kata dia tentunya menjadi ajang untuk memperkuat upaya promosi tiga tema utama yaitu kopi, tenun, dan bambu yang selama ini telah menjadi potensi daerah.

Pada tahun 2024 ini, Wolobobo Ngada Festival fokus melakukan promosi pada sektor kopi.

Kopi Arabika Bajawa telah diakui sebagai salah satu kopi berkualitas terbaik, bahkan telah dipasarkan ke luar negeri.

Kopi Arabika Bajawa juga telah memperoleh Perlindungan Indikasi Geografis sejak Maret 2012 melalui Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

"Masyarakat bisa mengembangkan potensi kopi Arabika Flores Bajawa sekaligus mempertahankan keberlanjutan dan kualitas kopi," ucapnya.

Selain kopi, ada pula tema "tenun" yang mengangkat karakter yang kuat dan khas dari tenun Ngada.

Selain itu ada juga keberadaan bambu yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat karena tumbuh subur di setiap pekarangan dan ladang warga.

Wolobobo Ngada Festival 2024 nantinya menghadirkan berbagai kegiatan pertunjukan dan pameran UMKM.

Oktavianus mengatakan ada agenda baru di tahun ini yakni lelang kopi online dan tracking kebun kopi di sekitar Bukit Wolobobo.

Ia pun berharap kegiatan itu dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Ngada, sekaligus memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat di sana.

"Kegiatannya tanggal 25 sampai 27 Juli 2024," ucapnya.

Baca juga: Desa Wisata Wae Lolos hadirkan tujuh destinasi alam tarik wisatawan
Baca juga: Festival Lamaholot di Lembata masuk kelender Kharisma Event Nusantara 2024
Baca juga: Pemprov NTT catat kunjungan 1,2 juta wisatawan sepanjang 2023
Baca juga: Pemkab Mabar petakan tiga destinasi favorit liburan Natal




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wolobobo Ngada Festival di Kabupaten Ngada masuk KEN 2024