
Pemda Nagekeo hentikan sementara perdagangan ternak babi di pasar hewan
Jumat, 17 Mei 2024 18:00 WIB

Penyebaran sudah dari Aeramo dan beberapa kecamatan, memang kami harus mengendalikan kalau tidak maka akan semakin banyak babi mati...
Mbay (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghentikan sementara praktik jual-beli ternak babi di beberapa pasar hewan di daerah itu guna mencegah penularan penyakit African Swine Fever (ASF).
Ia menjelaskan potensi penularan ASF dinilai tinggi karena berbatasan dengan dua kabupaten yakni Kabupaten Ngada dan Ende, sehingga diperlukan pengetatan lalu lintas ternak babi.
Ia juga meminta agar pengawasan ketat baik oleh petugas dinas terkait maupun aparat desa di masing-masing wilayah terhadap pemasukan ternak babi dan produk babi maupun hasil ikutan lainnya antar Kabupaten/kecamatan/desa baik melalui darat dan laut (melalui jalan resmi maupun tidak resmi).
Sementara itu Kepala UPTD Perbibitan dan Hijauan Pakan Ternak Dinas Peternakan Nagekeo Eliseus Dua mengatakan ASF ini sudah mewabah di banyak di daerah itu.
Baca juga: Pemkab Sikka larang ternak babi masuk untuk mencegah ASF
Ia menambahkan di Kecamatan Aesesa tercatat total kematian babi mencapai 984 ekor dan empat ekor di Kecamatan Boawae.
Baca juga: Pemkab Lembata larang warga jual dan makan daging babi yang mati
"Itu yang tercatat, belum yang lapor atau buang di kali," katanya dalam Forum Pentahelix Nagekeo yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo di Mbay.
Pewarta : Gecio Viana
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
