KPU NTT prioritas penguatan kelembagaan hadapi Pemilu 2019

id KPU NTT

Komisioner KPU Provinsi NTT periode 2019-2024 (Antara/Bernadus Tokan)

"Koordinasi dan penguataan kelembagaan menjadi hal yang utama, dalam arti lima anggota komisioner harus menjadi satu ikatan, baik dalam kata maupun satu dalam pengambilan setiap keputusan dalam pleno," kata Thomas Dohu.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Thomas Dohu mengatakan prioritas jangka pendek yang akan dilakukan oleh institusi yang dipimpinnya adalah penguatan kelembagaan dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019.

"Koordinasi dan penguataan kelembagaan menjadi hal yang utama, dalam arti lima anggota komisioner harus menjadi satu ikatan, baik dalam kata maupun satu dalam pengambilan setiap keputusan dalam pleno," kata Thomas Dohu kepada Antara di Kupang, Senin (11/2)

Dia mengemukakan hal itu, terkait program jangka pendek yang dilakukannya, setelah terpilih menahkodai KPU NTT lima tahun ke depan agar Pemilu 2019 pada April 2019 di daerah itu bisa berjalan lancar, aman dan bermartabat. 

Menurut dia, semua hal yang akan dilakukan penyelenggara dalam menghadapi Pemilu 2019 harus berdasarkan pada regulasi, taat hukum, taat asas dan mengikuti tahapan yang sudah ada.

Selain itu, semua keputusan harus diambil secara bersama-sama, kolektif harus dimunculkan, dan setiap keputusan harus dilakukan secara terbuka dengan melibatkan sekretariat untuk terselenggaranya pemilu yang demokratis, akuntabel dan bermartabat.

Mengenai tahapan Pemilu, dia mengatakan telah melihat semua tahapan yang sudah dilaksanakan oleh KPU RI selama masa mengambil alihan tugas dan tanggung jawab komisoner KPU NTT selama satu bulan terakhir.

"Kami sudah melihat semua kebijakan KPU RI. Segera kami koordinasikan kembali. Kalau dilaksanakan di KPU kabupaten/kota maka akan segera ditindaklanjuti," katanya.

Thomas Dohu bersama empat komisioner KPU NTT baru dilantik di Jakarta pada 8 Februari 2019 oleh KPU RI.

Lima komisioner KPU NTT periode 2019-2024 itu adalah Thomas Dohu, Yosafat Koli, Lodowyk Fredik, Jefri Galla, dan Fransiskus Vincent Diaz.

Baca juga: Ketua KPU NTT tekankan pentingnya transparansi
Baca juga: Generasi milenial NTT diharapkan berpartisipasi dalam Pemilu 2019
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar