Nelayan Kupang kembali melaut

id nelayan

Para nelayan Kupang sedang memanen cakalang dari atas buritan KM Nuruh Hikmah di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur. (ANTARA Foto/Asis Lewokeda).

Para nelayan tangkap ikan cakalang di Kota Kupang, kembali melaut setelah sekitar tiga bulan memarkir perahunya akibat cuaca buruk di wilayah perairan setempat.
Kupang (ANTARA News NTT) - Para nelayan tangkap ikan cakalang di Kota Kupang, kembali melaut setelah sekitar tiga bulan memarkir perahunya akibat cuaca buruk di wilayah perairan setempat.

"Hari ini kami sudah kembali melaut setelah parkir sekian lama akibat gelombang tinggi dan angin kencang sejak memasuki November tahun lalu," kata Muhamad Nasir, salah seorang nelayan tangkap ikan cakalang yang berbasis di PPI Tenau Kupang kepada Antara di Kupang, Senin (11/2).

Pemilik sekaligus nakhoda kapal nelayan Pole and Line KM Nurul Hikmah itu menjelaskan, meskipun demikian belum semua kapal cakalang keluar melaut karena masih melakukan persiapan. "Kalau untuk hari ini hanya kapal saya dan satu kapal lagi yang melaut," katanya.

Ia mengatakan mereka akan mencari ikan sampai di wilayah perairan Pulau Flores, karena didukung dengan pasokan umpan yang memadai.

"Setiap tahun kami mengalami muara nasib yang sama. Kalau cuaca buruk semua nelayan pasti akan memarkir kapalnya, tetapi kalau lagi musim ikan, kami bisa meraih keuntungan sekitar Rp50 juta," katanya.

Nasir menambahkan, masih jarang para nelayan di Kota Kupang yang beralih profesi untuk membangun jenis usaha baru yang bisa diandalkan saat keadaan gelombang laut tidak bersahabat.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Maksi Effendi Ndun secara terpisah mengatakan, umumnya kapal-kapal cakalang di daerah itu melaut di selatan Pulau Timor saat kondisi cuaca normal.

"Beberapa kapal memang pada saat tertentu melaut ke wilayahperairan Flores untuk mendapatkan pasokan umpan. Kondisi ini kemudian berdampak pada melonjaknya harga ikan di pasaran Kota Kupang akibat sebagian besar nelayan memarkir kapalnya," kata Maksi Ndun.

Baca juga: Pemerintah dorong nelayan budi daya ikan air tawar
Baca juga: Cuaca buruk memaksa nelayan Kupang parkir perahunya
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar