Delapan orang dilaporkan masih hilang dalam musibah KM Nusa Kenari

id SAR

Tim SAR dibantu personel TNI/Polri mengevakuasi korban tenggelamnya KM Nusa Kenari di Kabupaten Alor, sekitar 137 mil dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Dok Basarnas).

Delapan orang dilaporkan masih hilang dalam musibah tenggelamnya KM Nusa Kenari di Tanjung Margeta Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WITA.
Kupang (ANTARA) - Delapan orang dilaporkan masih hilang dalam musibah tenggelamnya KM Nusa Kenari di Tanjung Margeta Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WITA.

"Belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal motor yang mengangkut 30 penumpang dari Kalabahi Alor dengan tujuan Desa Poreman itu," kata Kepala Basarnas Maumere, I Putu Putu Sudayana kepada Antara, Sabtu (15/6).

Dia menjelaskan, Basarnas Maumere baru menerima laporan mengenai musibah itu pada Pukul 08.20 WITA, dan pada pukul 08.32 WITA atau 12 menit kemudian, tim sudah bergerak menuju lokasi tenggelamnya kapal. Pada pukul 09.22 WITA SAR Alor sudah berada di lokasi kejadian untuk mencari sasaran.

Pada pukul 09.50 WITA, pihaknya menerima informasi dari Pol Air Alor bahwa telah mendapat kontak langsung dengan nahkoda kapal yang melaporkan bahwa jumlah penumpang berjumlah 30 orang. Dari laporan sementara, kata dia, sebanyak 20 penumpang, nahkoda dan satu ABK berhasil selamat setelah berenang ke pantai.

"Jadi ada 22 orang, termasuk dua ABK yang sudah berhasil selamat. Dua ditemukan dalam kondisi meninggal dan delapan orang masih dalam pencarian," katanya.

Dia sendiri belum bisa memastikan jumlah ABK dalam kapal motor tersebut karena kapal berangkat tanpa mendapat izin dari KSOP Alor sehingga tidak diketahui berapa penumpang dan ABK. "Jumlah penumpang persis dan ABK, kami baru bisa peroleh setelah meminta keterangan dari  ABK yang selamat," katanya menambahkan. 

Baca juga: Kapal Motor Tenggelam Dihantam GelombangB
aca juga: Basarnas Kembali Temukan Tiga Korban Kapal Tenggelam
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar