Manfaat motor listrik bagi masyarakat NTT

id motor listrik

PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisasi penggunaan motor listrik di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT pada Kamis (18/7/2019). (ANTARA FOTO/Dok. Humas PT PLN (Persero) Wilayah NTT)

"Dalam kondisi cas penuh, motor listrik hanya butuh daya 1,25 Kwh atau setara dengan biaya Rp1.837. Sedang, motor yang berbahan bensin dengan jarak yang sama, maka biaya yang dibutuhkan Rp4.585," ujar Rendroyoko.
Kupang (ANTARA) - General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Ignatius Rendroyoko mengemukakan pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi tentang penggunaan motor listrik kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah ini.

"Pemanfaatan motor listrik ini mulai gencar kami sosialisasikan kepada masyarakat ilmiah seperti kemarin (Kamis, 18/7) di kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan juga ke Dinas Pariwisata NTT," katanya di Kupang, Jumat (19/7).

Ia mengatakan, untuk menarik minat penggunaan motor listrik kepada masyarakat maka pihaknya juga langsung melakukan uji coba mengendarai sepeda motor berlistrik tersebut dalam kegiatan sosialisasi dimaksud.

Menurut Rendroyoko, motor listrik merupakan kendaraan roda dua yang ramah lingkungan dengan biaya operasional yang jauh lebih murah dari sepeda motor y ang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Dalam kondisi cas penuh, motor listrik hanya butuh daya 1,25 Kwh atau setara dengan biaya Rp1.837. Sedang, motor yang berbahan bensin dengan jarak yang sama, maka biaya yang dibutuhkan Rp4.585," jelasnya.
PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, memperkenalkan sepeda motor listrik kepada para dosen dan mahasiswa di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui kegiatan kunjungan ke kampus tersebut (ANTARA FOTO/Dok. Humas PT PLN (Persero) Wilayah NTT)
Ia menambahkan, pihaknya juga akan menghadirkan motor listrik sebagai kendaraan operasional di daerah wisata unggulan seperti Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang menjadi daerah wisata super prioritas.

"Beberapa waktu lalu Pak Presiden Jokowi juga berkunjung dan melihat potensi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata premium dan nanti disana juga akan ada motor listrik untuk operasional," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wayan Darmawa, mengapresiasi kehadiran motor listrik untuk mendukung pariwisata di daerah setempat.

"Ini inovasi yang bagus untuk mengurangi dampak emisi gas rumah kaca dan tentunya sangat bagus untuk mendukung pariwisata dengan salah satu syaratnya harus energi hijau (green energy)," katanya.

Wayan berharap, sosialisasi kendaraan listrik juga menyasar berbagai pelaku pariwisata seperti di sektor perhotelan, restoran, dan pengelola wisata di daerah-daerah tujuan wisata di NTT. 

Baca juga: PLN perkenalkan motor listrik kepada Undana Kupang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar