NTT tak inginkan nasib Komodo seperti di Pulau Padar

id komodo

NTT tak inginkan nasib Komodo seperti di Pulau Padar

Sejumlah wisatawan sedang mengintip binatang purba raksasa Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT. (ANTARA FOTO/dok)

Satwa Komodo di Pulau Komodo tidak boleh mengalami kepunahan seperti yang terjadi di Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, sehingga upaya konservasi menjadi sebuah keharusan.
Kupang (ANTARA) - Satwa Komodo di Pulau Komodo tidak boleh mengalami kepunahan seperti yang terjadi di Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, sehingga upaya konservasi menjadi sebuah keharusan.

"Komodo di Pulau Padar sudah punah total, ini menjadi salah satu alasan mendasar mengapa Pemerintah Provinsi NTT ingin Pulau Komodo direvitalisasi agar nasib komodo di pulau itu tidak sama dengan di Pulau Padar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa kepada ANTARA di Kupang, Kamis (15/8).

Populasi komodo yang mendiami Pulau Padar antara 1980 hingga 1990-an masih banyak, namun seiring perjalanan waktu satwa tersebut mengalami kepunahan akibat sejumlah faktor seperti perburuan liar hewan yang menjadi rantai makanan komodo maupun perubahan lingkungan akibat pembakaran hutan.

Karena itu, kata Wayan Darmawa, pemerintah provinsi menginginkan populasi komodo yang ada di Pulau Komodo tidak mengalami nasib serupa dengan di Pulau Padar. “Sudah ada indikasi penurunan populasi maupun praktik perburuan liar yang masih terjadi,” katanya.

Pihaknya memiliki catatan terkait populasi Komodo (varanus komodoensis) di TNK pada 2014 sebanyak 3.093 ekor, namun menurun menjadi 3.012 ekor pada 2015 dan menurun drastis pada 2016 menjadi 2.430 ekor. Sedangkan pada 2017 populasi komodo sedikit bertambah menjadi 2.884 ekor dan pada 2019 menjadi 2.897 ekor.

Baca juga: Artikel - Nasib suku Komodo di Pulau Komodo

Wayan menjelaskan, pemerintah provinsi berencana menutup sementara Pulau Komodo demi keberlangsungan hidup kadal raksasa yang terkenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New7 Wonders) itu.

Ia menambahkan, ada sejumlah strategi yang telah dipersiapkan pemerintah provinsi di antaranya, pemulihan habitat komodo seperti keadaan semula menjadi binatang liar, peningkatan ekosistem komodo, dan peningkatan rantai pasoakan makanan.

Selain itu, akan dilakukan penataan pengelolaan berupa satu pintu masuk ke TNK serta kemitraan pengelolaan antara pemerintah pusat dan daerah, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menghuni pulau-pulau di dalam kawasan tersebut.

Dengan langkah itu, populasi komodo diharapkan tetap lestari, bahkan terus bertambah agar Komodo di Pulau Komodo tidak hanya tinggal kenangan seperti di Pulau Padar itu.

Baca juga: Pulau Komodo sudah di konservasi
Baca juga: Polemik penutupan Pulau Komodo berdampak buruk terhadap pariwisata NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar