Akibat kemarau, ribuan haktare sawah di Manggarai Barat gagal panen

id kekeringan

Akibat kemarau, ribuan haktare sawah di Manggarai Barat gagal panen

Lahan persawahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kekeringan karena ketiadaan air untuk mengairi puluhan hektaer lahan persawahan di Kecamatan Maulafa, Sabtu (7/9/2019) .(ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Ribuan hektare lahan persawahan di Manggarai Barat, dilaporkan mengalami gagal panen, akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah kecamatan di ujung barat Pulau Flores itu.
Kupang (ANTARA) - Ribuan hektare lahan persawahan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami gagal panen, akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah kecamatan di ujung barat Pulau Flores itu.

"Ada 1.000 hektare lahan persawahan yang mengalami gagal panen, karena tanaman padi yang telah ditanam mengalami kekeringan sebagai dampak kemarau tahun ini," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Sabtu (7/9).

Ia mengatakan 1.000 heaktare lahan persawahan yang mengalami gagal panen itu karena kekurangan air untuk mengairi lahan persawahan milik para petani setempat.

"Jadi ada 1.000 hektare sawah yang gagal panen pada tahun 2019 di Kabupaten Manggarai Barat. Sejak Agustus 2019 sudah tidak ada hujan di daerah ini," kata Dominikus Haswan.

Menurut dia, sumber mata air untuk mengairi 1.000 hektare lahan persawahan itu sudah mengering, sehingga tanaman padi yang telah ditanam serta sebagian hampir panen sudah mengering.

Baca juga: Kekeringan tak berdampak rawan pangan di NTT

Ia mengatakan 1.000 hektare lahan persawahan yang mengalami gagal panen tersebar di Kecamatan Komodo (lima desa), Boleng (empat desa), Sanongoang (lima desa), Mbeliling (delapan desa) dan Lembor (satu desa), serta Welak (empat desa).

Banyak mata air yang menjadi sumber air untuk mengairi ribuan haktare persawahan itu mulai mengering sejak kemarau melanda Manggarai Barat pada awal Agustus 2019 lalu.

Hal itulah yang menyebabkan banyak tanaman padi milik petani yang telah ditanam mengalami kekeringan atau puso.

Ia menambahkan, selain tanaman padi yang mengalami kekeringan juga terdapat tanaman jagung seluas 38,28 hektare, tanaman kacang hijau hampir 20 hektare. dan kacang kedelai 13 hektare.

Baca juga: 100 persen zom NTT alami periode kemarau
Baca juga: Sumba Timur darurat kekeringan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar