Komisi VI: ANTARA berperan strategis tangkal hoaks di tengah pandemi COVID-19

id Komisi VI,LKBN Antara,Hoaks,antara

Komisi VI: ANTARA berperan strategis tangkal hoaks di tengah pandemi COVID-19

Perum LKBN Antara

"ANTARA sangat strategis, lembaga yang cukup mempunyai sejarah secara historis, ideologis, politis di negeri ini. Yang sangat kami inginkan terutama masyarakat, dengan berbagai informasi yang ada bahkan berita yang jelek atau kadang hoaks itu kadang

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima menyampaikan bahwa LKBN ANTARA memiliki peran strategis dalam menangkal kabar bohong atau hoaks di tengah pandemi COVID-19.

"ANTARA sangat strategis, lembaga yang cukup mempunyai sejarah secara historis, ideologis, politis di negeri ini. Yang sangat kami inginkan terutama masyarakat, dengan berbagai informasi yang ada bahkan berita yang jelek atau kadang hoaks itu kadang justru menjadi good news, ini yang kami harapkan ANTARA sebagai leader di dalam keakuratan, kecepatan," ujar Aria Bima saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa, (5/5).

Ia menilai keakuratan dan kecepatan berita yang disajikan sangat menentukan arah berbagai pemikiran dari para pengambilan keputusan dari pusat sampai daerah.

"Jadi kita berharap, dengan kualitas dan data yang tervalidasi dari ANTARA maka kami percaya bahwa daerah maupun pusat itu akan mempunyai berbagai data yang benar dan nyata, atau data yang realistis," ucapnya.


Baca juga: Komisi I DPR gelar RDP dengan LKBN Antara
Baca juga: ANTARA raih penghargaan BUMN Performance Excellence Award 2020


Aria Bima menambahkan PSO dapat digunakan ANTARA agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat hingga ke daerah

"Masyarakat di daerah-daerah, wilayah yang terpinggirkan dan terluar itu harus dapat mengakses berita-berita yang ada," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama LKBN ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat optimistis dapat menjalankan tugas dan fungsinya untuk penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional meski terdampak COVID-19.

"Melihat kondisi seperti ini, sebenarnya terdampak luar biasa terhadap 'cashflow' maupun laporan keuangan kami. Namun kami sudah memperhitungkan dan memperkirakan bahwa pada akhirnya kami masih bisa survive dengan cukup baik tanpa mengurangi program-program distribusi yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sejak Januari 2020, ANTARA telah memproduksi konten yang terkait dengan corona atau COVID-19 lebih dari 33.500 berita, tidak termasuk berita foto, video infografis maupun foto story lainnya.

Baca juga: Dirut ANTARA: Wartawan kredibel harus menjaga kode etik

"Jadi kalau dilihat sangat-sangat produktif. Kami berada di garis depan setiap hari, harus menjalankan fungsi kami," katanya.

Dalam setahun, lanjut dia, ANTARA dapat memproduksi lebih dari 200.000 hardnews, ditambah dengan foto maupun video untuk ditampilkan di siaran berita.

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar