Asita NTT minta pemerintah bantu sertifikasi kesehatan bagi pelaku wisata

id NTT,ASITA NTT,Pelaku wisata,Sertifikasi kesehatan

Asita NTT minta pemerintah bantu sertifikasi kesehatan bagi pelaku wisata

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans (ANTARA/HO-DPD ASITA NTT)

Sertifikasi kesehatan ini penting karena wisatawan memerlukan kepastian keselamatan bagi mereka
Kupang (ANTARA) - Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, meminta pemerintah daerah maupun pusat agar membantu sertifikasi kesehatan terkait COVID-19 bagi para pelaku wisata setempat agar bisa melayani wisatawan.

"Sertifikasi kesehatan ini penting karena wisatawan memerlukan kepastian keselamatan bagi mereka," kata Ketua DPD Asita NTT, Abed Frans, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu (17/6).

Ia mengatakan, para pelaku wisata seperti operator tur maupun pemandu wisata di daerah itu sudah siap melayani wisatawan memasuk masa normal baru yang mulai diterapkan di NTT pada 15 Juni 2020.

Namun, lanjut dia, ada satu masalah yang dihadapi para pelaku wisata yaitu banyak rekan-rekan operator tour dari luar yang menanyakan mengenai standarisasi pelaku usaha wisata di NTT.

"Apakah kalian sudah memperoleh surat sertifikasi kesehatan dari pemerintah kalian. Ini adalah pertanyaan penting untuk kami karena harus diakui bahwa wisatawan memerlukan kepastian keamanan bagi mereka juga," katanya.

"Itu yang mau kami titipkan agar pemerintah dalam membuat suatu protokol jangan lupa kami para pelaku wisata sendiri harus dibekali dengan hal yang diperlukan itu, salah satunya standarisasi kesehatan," katanya.

Abed Frans mengatakan, sertifikasi kesehatan ini sangat penting khususnya bagi para pemandu karena mereka yang menjadi garda terdepan melayani wisatawan dan menjadi representasi dari operator tur.

Menurut dia, para pemandu wisata yang akan berhadapan langsung dengan tamu-tamu di lapangan dan tentunya wisatawan juga sebelumnya akan bertanya apakah pemandu yang diajukan untuk melayani mereka sudah mengantongi sertifikasi kesehatan atau belum dari instansi terkait.

"Teman-teman pelaku wisata di NTT juga menanyakan bagaimana dengan biaya standarisasi kesehatan karena jumlah mereka cukup banyak ada ratusan juga sehingga kalau disuruh tes cepat baik rapid test atau PCR ada jangka waktunya juga" katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya mengatasi kondisi ini dengan memakai pemandu yang sudah tersertifikasi seperti memperpanjang tes cepat COVID-19.

"Tetapi untuk langka awal kami sebenarnya membutuhkan semacam lisensi dari pemerintah, karena tanpa itu, kita berpromosi tetapi belum bisa melayani wisatawan," katanya.

Baca juga: Semua destinasi wisata NTT dilengkapi fasilitas pencegahan COVID-19 sambut normal baru
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar