Kelaikan Moda Trasportasi Mudik Evaluasi Utama Pengelola

id transportasi

Kelaikan Moda Trasportasi Mudik Evaluasi Utama Pengelola

Kepala Dinas Perhubungan NTT Richard Djami

"Dari sejumlah persoalan yang telah dimunculkan dan didaftar sebagai bahan evaluasi dan pembenahan pelaksanaan mudik Lebaran 2017 hal kelaikan moda transportasi akan mendapat sorotan utama".
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur Richard Djami mengatakan, kelaikan moda transportasi pada setiap hari raya besar keagamaan yang berlangsung setiap tahun seperti mudik Lebaran merupakan satu dari sejumlah hal yang mendesak dilakukan evaluasi khusus.

"Dari sejumlah persoalan yang telah dimunculkan dan didaftar sebagai bahan evaluasi dan pembenahan pelaksanaan mudik Lebaran 2017 hal kelaikan moda transportasi akan mendapat sorotan utama," katanya di Kupang, Kamis.

Selain persoalan jumlah sarana dan prasarana serta daya mampu atau kapasitas angkut, kemacetan di ruas jalan tol, penanganan kendaraan roda dua, harga karcis, dan pelayanan informasi kepada masyarakat dan lainnya.

Mantan Kepala Dinas Kominfo NTT itu mengatakan hal itu terkait evaluasi arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 terutama moda tranportassi darat, laut, udara dan sarana pendukung lainnya agar tidak terulang lagi pada waktu-waktu mendatang.

Menurut dia, kelaikan moda transportasi ini wajar mendapatkan perhatian utama, khususnya bagi daerah pegunungan dan wilayah perairan kepulauan seperti di Nusa Tenggara Timur dengan infrastruktur yang masih minim.

Pada kondisi seperti ini katanya faktor kelaikan moda transportasi darat, laut dan udara harus siap benar sebelum dioperasikan untuk mencegah kecelakaan dan akibat lainnya yang mengganggu perjalan apalagi menimbulkan korban jiwa.

"Pada titik ini (korban jiwa) semua pihak pasti tidak menginginkan hal itu terjadi, sehingga perlu evaluasi, pembenahan dan diikuti dengan komitmen untuk mengoprasikan moda transportasi yang benar-benar layak dari berbagai aspek dan onderdil yang dimiliki," katanya.

Konkritnya kata dia adalah melakukan "ram check" pada moda transportasi darat seperti kendaraan bus apakah layak mengangkut penumpang dari dari terminal bus hingga ke tempat tujuan pemudik dengan aman dan lancar.

Karena itu menurut dia, ke depan hal penting yang perlu dilakukan adalah moda tranportasi terutama darat yang sudah lolos "ram check", harus dipasangan stiker laik dioperasikan dan diperbolehkan masuk masuk terminal.

Tegasnya kata dia, perlu ada langkah-lagkah dan terobosan baru yang harus dilakukan dalam kaitannya dengan aspek kelaikan moda transportasi darat, laut dan udara, sehingga persoalan yang berulang mudik lebaran di bidang infrastruktur diminimalisir.

Informasi mengenai langkah-langkah yang diambil apakah pemilik, pengelola atau pemerintah sekalipun harus disampaikan juga kepada masyarakat seperti melalui videotron yang dipasang di tempat-tempat strategis sehingga dengan modah tersosialisasikan.

"Dengan menyampaikan informasi secara akurat kepada penumpang, kita berharap persoalan yang berhubungan dengan mudik dapat diatasi, termasuk informasi mengenai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mobile yang disiapkan oleh PT Pertamina paa mudik 2017," katanya.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis sebelumnya meminta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan mitra komisi V lainnya melakukan terobosan untuk mengatasi lima persoalan yang selalu berulang saat mudik Lebaran.

Permintaan itu sebagiannya telah ditindaklanjuti pemerintah dengan tujuan untuk mencegah maupun mengurai kemacetan serta memastikan kelaikan bus pengangkut penumpang mudik, meskipun belum maksimal.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar