Wisata Flores Diharapkan Makin Populer

id TdF

Wisata Flores Diharapkan Makin Populer

Para peserta lomba balap sepeda Tour de Flores 2017 siap di garis start etape ke-3 Ende-Mbay di depan kantor Bupati Ende di Pulau Flores, NTT, Minggu (16/7). (Foto ANTARA/Teguh Handoko)

Even internasional yang sudah diadakan tiap tahun dan saat ini memasuki tahun kedua tersebut cukup efektif mempromosikan Flores melalui media.
Ende, Flores (Antara NTT) - Lomba balap sepeda internasional Tour de Flores (TDF) diharapkan semakin membuat pariwisata sejumlah kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur semakin populer, kata Kabid Promosi Wisata Buatan Kementerian Pariwisata Putu Gayatri di Ende, Pulau Flores, Minggu.

Menurut Gayatri, even internasional yang sudah diadakan tiap tahun dan saat ini memasuki tahun kedua tersebut cukup efektif mempromosikan Flores melalui media.

"Setidaknya pada tahun-tahun mendatang sudah dapat kita lihat hasilnya berupa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan," kata Gayatri di sela meninjau pelaksanaan Tour de Flores 2017 di kota pengasingan Bung Karno itu.

Menurut dia, even balap sepeda seperti Tour de Flores pada saat pelaksanaannya memang tidak terlalu banyak mendatangkan warga asing.

"Berbeda dengan lomba lari marathon yang bisa mendatangkan ribuan orang pada saat pelaksanaan, pada even balap sepeda mungkin yang datang hanya 200 orang, namun even bisa untuk promosi yang efektif melalui media," katanya.

Gayatri mengapresiasi panitia yang cukup kreatif menggencarkan publikasi Tour de Flores, di antaranya dengan membuat lomba foto selfi dan instagram terkait lomba di pulau tersebut.

"Kegiatan seperti itu juga cukup bagus untuk promosi wisata di Flores hingga ke mancanegara," katanya dan mengharapkan Pemda NTT dan juga kabupaten-kabupaten di Pulau Flores segera memperbaiki berbagai kekurangan di sektor pariwisata ini.

"Terutama dalam akomodasi dan transportasi ke tempat-tempat tujuan, serta juga harus meningkatkan kualitas SDM sektor pariwisata," tambahnya.

Sementara ini, katanya, di Flores baru Ende dan Labuhan Bajo yang sektor pariwisatanya tergarap dengan baik dan kunjungan wisatawannya makin meningkat, padahal banyak objek wisata lainnya di pulau tersebut.

Dalam Tour de Flores 2017, Kemenpar berpartisipasi dengan dukungan untuk hadiah bagi para pemenang, bantuan promosi dan publikasi.

Ende-Mbay
Sementara dalam etape 3 Ende-Mbay, tercatat sebanyak 71 pebalap bersaing dalam lomba balap sepeda jalan raya Tour de Flores dengan start di Kota Ende, menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Minggu pagi.

Etape ketiga sejauh 83,3 kilometer mengambil start di lapangan depan kantor bupati Ende, dan peserta akan mengitari kota bersejarah tersebut sebelum meluncur ke Mbay.

Ke-71 peserta tersebut merupakan yang tersisa dari 83 peserta sebelumnya di etape pertama, dimana empat peserta gugur.

Kemudian pada etape kedua Maumere-Ende yang penuh tanjakan dan tikungan tajam, delapan peserta gagal melanjutkan lomba sehingga tinggal 71 peserta untuk etape 3.

Pebalap dari Futuro Pro Cycling Team Australia Nick Miller memakai rompi kuning sebagai pimpinan klasemen sementara Tour de Flores 2017.

Pebalap asal Selandia Baru itu menjadi runner-up etape ke-2, yang dijuarai oleh pebalap Indonesia Muhammad Imam Arifin dari tim KFC Cycling.

Peserta etape ke-3 dilepas oleh Bupati Ende Marcelinus YW Petu, disaksikan oleh sejumlah pejabat dan masyarakat di Ende.

Seperti pada etape sebelumnya, peserta juga ditantang dengan rute tanjakan di kawasan pegunungan.