Harga Ikan Bertambah "Kencang"

Pewarta : id Ikan

Harga ikan di pasaran Kupang bertambah "kencang" seiring dengan kencangnya angin laut yang terus menyapu wilayah perairan NTT.

Kupang (Antara NTT) - Harga ikan segar berbagai jenis dan ukuran di pasaran Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa pekan terakhir ini, terasa bertambah "kencang" seiring dengan kencangnya angin laut menyapu wilayah perairan setempat, sehingga membuat nelayan sulit melaut.

"Harga ikan sardin saja sudah mencapai Rp600.000/ember dari sebelumnya hanya Rp200.000 sampai Rp250.000/ember. Ini akibat angin kencang yang membuat para nelayan enggan melaut," kata Dedy Manggi, salah seorang nelayan yang mangkal di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Oeba Kupang, Kamis.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, tinggi gelombang di wilayah perairan NTT saat ini berkisar antara 3,5 - 4 meter, karena dipicu angin kencang dengan kecepatan pada kisaran 25 knot/jam.

Keadaan laut yang kurang bersahabat ini, diminta untuk tetap waspada, terutama kapal-kapal nelayan berukuran kecil yang beroperasi di wilayah perairan NTT.

Dedy Manggi mengakui bahwa kapal-kapal nelayan berukuran kecil memilih untuk tidak melaut, kecuali kapal nelayan berukuran besar di atas 10 gross tonage (GT).

"Kami tetap turun melaut, meski angin kencang dengan risiko tidak mendapat ikan dalam jumlah banyak. Maka kami pun menjual dengan harga mahal," katanya saat sedang merapikan pukat.

John Airtur (44), seorang pedagang ikan yang berbasis di TPI Oeba Kupang mengatakan akibat harga ikan yang mahal membuatnya bersama beberapa pedagang ikan lainnya mengurangi jumlah pembelian dari para nelayan setempat.

"Jualan saya pun hanya sedikit sekitar dua ember saja, karena memang harga ikan melonjak dalam beberapa hari terakhir ini. Ikan sardin saja mencapai Rp600.000/ember, sedang ikan tongkol yang biasanya murah kini melonjak naik menjadi Rp300.000/ember. Ikan kombong padi pun naik menjadi Rp500.000/ember," katanya sambil merapikan lapak jualannya yang sepi itu.

Derrek Sinlaeloe (60), salah seorang pedagang ikan yang sudah 20 tahun mencari peruntungan di Pasar Oesapa Kupang juga mengakui bahwa ikan yang dipasoknya dari TPI Oeba dalam minggu ini mengalami kenaikan hingga Rp500.000/ember, padahal beberapa pekan sebelumnya diambil dengan harga Rp200.000/ember.

"Saya biasanya pasok ikan-ikan besar saja dan harganya juga mahal. Namun, sudah tiga minggu ini angin terasa sangat kencang, sehingga membuat harga ikan bertambang kencang," ujarnya.

Ia mencontohkan ikan cakalang yang biasa dijual dengan harga Rp40.000-Rp50.000/ekor, kini melonjak naik mencapai Rp70.000/ekor. "Harga ikan memang mahal, namun masih tetap dibeli oleh para konsumen," ujarnya.

Jabba (60), salah seorang penjual ikan kering di pasar Oesapa mengatakan ikan sardin yang dibelinya dari nelayan mengalami kenaikan sampai Rp500.000/ember. Ikan tersebut kemudian dijemur dan dijual kembali kepada pedagang eceran seharga Rp70.000/kg.

Sementara itu, Ami Nabasi, salah seorang pedagang ikan bakar di kawasan Kelapa Lima Kupang juga mengakui bahwa harga ikan saat ini sangat mencekik leher, karena terlampau mahal.

Ia mencontohkan ikan ekor kuning yang diambilnya dengan harga Rp35.000/ekor pada pekan lalu, kini sudah melonjak naik menjadi Rp50.000/ekor. "Meski keadaan begini, namun kami tetap jualan. Namanya juga cari uang," kata Nabasi.
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar