Dinkes NTT: disiplin 3M kunci atasi laju penyebaran COVID-19

id covid,ntt,dinkes ntt

Dinkes NTT: disiplin 3M kunci atasi laju penyebaran COVID-19

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David Mandala (ANTARA/Bernadus Tokan)

mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M), kunci keberhasilan menekan laju penyebaran COVID-19
Kupang (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur David Mandala mengatakan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M), kunci keberhasilan menekan laju penyebaran COVID-19 di daerah itu.

"Selain itu, diikuti dengan kegiatan pemantauan dan penindakan di lapangan," kata dia kepada ANTARA di Kupang, Kamis (3/13).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar upaya yang harus dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menekan laju pertumbuhan kasus COVID-19 di NTT melalui transmisi lokal.

Menurut dia, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT selama beberapa pekan terakhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan dan semuanya bersumber dari transmisi lokal.

Di Kota Kupang misalnya, angka kasusnya terus meningkat dari hari ke hari, dan sebagian besar merupakan transmisi lokal dan pelaku perjalanan.

Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pengawasan yang ketat pula, agar pertumbuhan kasus positif bisa ditekan.

"Ini juga tentu membutuhkan kesadaran bersama seluruh masyarakat, untuk bersama menjaga wilayah ini dari penyebaran COVID-19," kata dia.

Berdasarkan laporan GTPP NTT, hingga saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di NTT mencapai 1.298 orang, 732 orang sembuh, 23 meninggal dunia, dan 543 lainnya masih dalam perawatan.

Angka kasus tertinggi di Kota Kupang yakni mencapai 555 orang, dengan angka kematian 15 orang.

Baca juga: Di Kota Kupang, Kasus COVID-19 tembus 500 orang
Baca juga: Kasus COVID-19 di NTT bertambah 24 orang jadi 1.298
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar