Tingkat hunian kamar hotel di NTT meningkat

id NTT,BPS NTT,TPK NTT,Perhotelan NTT

Tingkat hunian kamar hotel di NTT meningkat

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur Darwis Sitorus. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Tingkat penghunian kamar hotel secara terus menerus cenderung meningkat walaupun angkanya belum seperti kondisi di awal sebelum pandemi COVID-19
Kupang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat tingkat penghunian kamar hotel bintang di NTT terus meningkat dari Mei 2020 sebesar 11,57 persen menjadi 42,51 persen pada November 2020.

"Tingkat penghunian kamar hotel secara terus menerus cenderung meningkat walaupun angkanya belum seperti kondisi di awal sebelum pandemi COVID-19," kata Kepala BPS NTT Darwis Sitorus saat menggelar jumpa pers secara virtual di Kupang, Senin, (4/1).

Tingkat penghunian kamar hotel di NTT selama Mei-November 2020 secara berturut-turut yakni 11,52 persen, 19,69 persen, 29,11 persen, 34,80 persen, 36,53 persen, dan 42,51 persen.

Darwis menjelaskan jumlah tamu atau wisatawan asing yang menginap pada November 2020 tercatat sebanyak 293 orang dengan rata-rata lama menginap 3,16 hari.

Sementara wisatawan domestik yang menginap sebanyak 31.012 orang dengan rata-rata lama menginap 1,55 hari.

Angka ini meningkat sebesar 5,98 poin dibandingkan dengan Oktober 2020 namun masih jauh di bawah jika dibandingkan pada November 2020 sebesar 52,55 persen, katanya.

Baca juga: Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi NTT stagnan

Baca juga: Pengangguran NTT bertambah, PDIP: kami cukup terkejut


Darwis mengatakan meskipun pertumbuhan tingkat penghunian kamar hotel belum bergerak naik secara signifikan namun kecenderungan ini menunjukkan hal yang positif terhadap pemulihan ekonomi di NTT yang terdampak pandemi COVID-19.

"Angka yang bergerak naik ini menunjukkan usaha perhotelan yang mulai bangkit secara bertahap," katanya.

Darwis berharap pada Januari 2021 dan seterusnya, tingkat penghunian kamar hotel terus bertumbuh seiring dengan bergeraknya berbagai sektor lainnya sehingga perekonomian di NTT bisa berangsur normal.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar