Viktor dorong Dana Desa dimanfaatkan untuk kembangkan SDM TI

id NTT,Gubernur NTT,Kemenkominfo,Dana Desa,SDM,Tekonlogi informasi

Viktor dorong Dana Desa dimanfaatkan untuk kembangkan SDM TI

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam rapat koodinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT, Senin (28/6/2021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

"Saya mendorong serius karena inilah momentum lompatan pembangunan NTT dalam rangka menyamakan posisi kita dengan provinsi-provinsi yang ada bahkan dengan negara tetangga kita lewat teknologi informasi,
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong Dana Desa di provinsi itu dimanfaatkan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (TI).

"Dana Desa kita itu Rp500 juta harus disiapkan untuk pembangunan sumber daya manusia khususnya kepada masyarakat desa, anak-anak desa yang belajar tentang teknologi informasi," katanya dalam rapat koodinasi Percepatan Pembangunan BTS Kemenkominfo RI di NTT bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate serta para kepala daerah se-NTT di Kupang, Senin (28/6).

Dalam kesempatan itu Viktor Laiskodat mengatakan bahwa Kemenkominfo melalui BAKTI telah membangun infrastruktur telekomunikasi yang hebat di NTT.

Namun jika tidak didukung dengan sumber daya manusia di desa maka pembangunan ini semata-semata seperti membangun infrastruktur jalan tetapi tidak ada manfaat apa-apa.

Baca juga: Gubenur NTT ajak Bali-NTB bersama rancang pengembangan EBT
Baca juga: Menkominfo: Pembangunan 421 BTS titik awal transformasi digital di NTT


Oleh karena itu, gubernur mengatakan telah berbicara dengan Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait pemanfaatan anggaran Dana Desa untuk mengembangkan sumber daya manusia generasi muda di sektor teknologi informasi.

Dengan demikian dalam jangka waktu lima tahun maka NTT akan memiliki minimal 3.000 orang sarjana tekonologi informasi di desa, katanya.

Pengembangan SDM ini, lanjut dia juga bersamaan dengan bidang lainnya seperti kedokteran, industri pengolahan, dan lainnya.

"Jadi Rp500 juta ini untuk kirim lima orang untuk bersekolah, dua orang ke luar negeri, tiga orang di dalam negeri di sekolah-sekolah yang bagus, maka lima tahun kita mempunyai 15.000 tenaga-tenaga hebat di desa-desa kalau 3.000 desa itu mengirim semua," katanya.

Viktor menambahkan dirinya menyampaikan hal ini dengan semangat dan keyakinan karena ketika berkunjung ke desa ia menemukan anak-anak dari desa yang dulunya bersekolah di luar negeri dan pulang menjadi kepala desa membuat desa bertumbuh pesat seperti digitalisasi, rancangan pembangunan, dan sebagainya.

"Saya mendorong serius karena inilah momentum lompatan pembangunan NTT dalam rangka menyamakan posisi kita dengan provinsi-provinsi yang ada bahkan dengan negara tetangga kita lewat teknologi informasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021