Cara mudah hindari "sedentary lifestyle" agar tubuh tetap fit

id sedentary lifestyle, NEPA, non exercise physical activities, KONI DKI Jaya, KONI DKI Jakarta,Gaya hidup sehat

Cara mudah hindari "sedentary lifestyle" agar tubuh tetap fit

Ilustrasi gaya hidup sedentari. (ANTARA/HO/Pexels)

...NEPA sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat antara lain seperti naik turun tangga untuk melancarkan sirkulasi darah dan membakar kalori, berjalan kaki guna menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan hal sederhana lainnya
Jakarta (ANTARA) - Salah satu gaya hidup yang jadi berbahaya di tengah pandemi COVID-19 adalah "sedentary lifestyle" atau gaya hidup yang didominasi gerakan duduk dan rebahan di kasur tanpa adanya latihan tubuh.

Maka dari itu Spesialis Kedokteran Olahraga dokter Andhika Raspati membagikan kiat NEPA (non exercise physical activities) agar tubuh anda bisa tetap fit dan tidak lagi menjalani "sedentary lifestyle" yang bisa membuat tubuh tidak bekerja dengan optimal.

"NEPA sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat antara lain seperti naik turun tangga untuk melancarkan sirkulasi darah dan membakar kalori, berjalan kaki guna menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan hal sederhana lainnya," kata dokter Andhika yang merupakan bagian dari Tim Kesehatan KONI DKI Jakarta dalam keterangannya, Rabu, (15/9).

NEPA akan bisa lebih efektif menjaga kondisi dan daya tahan tubuh anda jika didukung dengan latihan tubuh fisik secara rutin lewat olahraga maupun dengan asupan nutrisi yang seimbang setiap harinya.

Beberapa contoh NEPA lainnya yang bisa dilakukan masyarakat agar terhindar dari "sedentary lifestyle" di antaranya menyapu dan mengepel rumah, menggendong atau bermain dengan anak, hingga kegiatan berkebun sampai mencuci motor dan mobil.

Dengan menggerakkan tubuh lewat aktivitas yang dilakukan sehari- hari maka bisa dipastikan tubuh anda bisa berada dalam kondisi yang lebih sehat dan memiliki metabolisme yang lebih optimal.

Baca juga: Ini tips mencegah gigi ngilu

Dalam survei daring yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Desember 2020, didapatkan hasil bahwa pandemi COVID-19 telah menurunkan kuantitas dan kualitas aktivitas olahraga masyarakat.

Baca juga: Gejala depresi yang perlu diwaspadai

Dalam penelitian itu didapatkan perbandingan 1 dari tiga orang yang menjadi respon melakukan perubahan gaya hidupnya yang sebelumnya aktif menjadi tidak aktif.

Padahal gaya hidup yang aktif sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh maka dari itu agar bisa terhindar dari gaya hidup yang serba rebahan dan tak banyak gerak, mulai lakukan gerakan- gerakan sederhana sehingga tubuh bisa tetap optimal menjalankan fungsinya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021