MInim jangkauan jaringan internet, PTM di Sumba Tengah tetap berjalan

id NTT,sekolah daring,sumba tengah

MInim jangkauan jaringan internet, PTM di Sumba Tengah tetap berjalan

Guru SD Waerame, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yuliana Wula Male (kanan) sedang menceritakan pengalamannya tentang kegiatan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 , Jumat (1/10/2021). (ANTARA FOTO/ Benny Jahang)

"Kami telah mengingatkan seluruh sekolah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam lingkungan sekolah guna mencegah penularan COVID-19
Kupang (ANTARA) - Bupati Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Paulus K Limu mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, lembaga pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung selama pandemi COVID-19 karena 30 persen daerah itu belum terjangkau internet.

"Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan selama pandemi COVID-19. Kegiatan pembelajaran secara daring tidak dilakukan karena wilayah itu tidak semua memiliki fasilitas jaringan internet sehingga para siswa tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara daring," kata Paulus K Limu di Sumba Tengah, Jumat (1/10).

Paulus K Limu mengatakan hal itu dalam kegiatan temu INOVASI yang digelar secara daring oleh lembaga Inovasi Untuk Anak Indonesia (INOVASI) dengan topik "menciptakan ruang untuk memulihkan pembelajaran siswa SD/MI dari dampak pandemi COVID-19".

Paulus K Limu menegaskan pemberian vaksinasi bagi guru dan pelajar sedang gencar dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 pada lingkungan lembaga pendidikan.

Baca juga: Menkes bantah kabar tentang banyak klaster COVID-19 di sekolah

Ia menjelaskan Kabupaten Sumba Tengah memiliki 65 desa dan sekitar 30 persen belum terjangkau jaringan internet, sehingga pembelajaran daring untuk siswa/siswi untuk lembaga pendidikan SD/SMP tidak dapat dilakukan sejak pandemi COVID-19 melanda daerah itu.

" Kami belum pernah menutup sekolah selama pandemi COVID-19. Proses pembelajaran tetap dilakukan di sekolah-sekolah karena 30 persen daerah ini belum terjangkau jaringan internet," kata Bupati Paulus K Limu.

Mantan Kepala Inspektorat Provinsi NTT ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong percepatan vaksinasi bagi guru-guru dan pelajar guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Sampai saat ini sudah 80 persen guru-guru di Sumba Tengah telah disuntik vaksin COVID-19," kata Paulus K Limu.

Dia optimis pada akhir Oktober 2021 capaian vaksinasi COVID-19 untuk guru dan pelajar mencapai 90 persen.

Baca juga: Artikel- Bangkitnya sektor pendidikan di Kota Kupang di tengah pandemi COVID-19

Paulus K Limu menambahkan Kabupaten Sumba Tengah masih memberlakukan PPKM Level 3 karena memiliki 21 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami telah mengingatkan seluruh sekolah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam lingkungan sekolah guna mencegah penularan COVID-19," tegas Paulus K Limu.

Ia mengapresiasi terhadap lembaga INOVASI yang telah bekerjasama dengan Pemeirntah Kabupaten Sumba Tengah terus melakukan pendampingan terhadap kegiatan pendidikan pembelajaran selama pandemi COVID-19.

Sementara itu guru SD Waerame, Kabupaten Sumba Tengah, Yuliana Wula Male mengatakan selama pandemi COVID-19 tidak dilakukan pembelajaran daring karena sebagian besar orang tua di kawasan pedesaan belum memiliki hand phone untuk digunakan anak-anak apabila dilakukan belajar secara daring.

"Para orang tua di daerah pedesaan juga tidak tidak bisa membaca terkendala dalam mendidik anak di rumah serta terkendala jaringan internet," tegasnya.

 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021