BI bantu revitalisasi pasar Cinta Rupiah perbatasan

id Danrem

Kepala Kantor BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga (kanan) menyerahlan secara simbolis bantuan Revitalisasi Pasar Cinta Rupiah di desa Netemnanu Utara, Kabupaten Kupang, (6/4). Foto Antara/Kornelis Kaha.

"Bantuan Revitalisasi pasar Cinta Rupiah merupakan bagian dari cara BI untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan," kata Naek Tigor Sinaga.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kantor Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur membantu memberikan dana sebesar Rp100 juta kepada Kodim 1604/Kupang untuk merevitalisasi sejumlah pasar Cinta Rupiah di kawasan perbatasan di Kabupaten Kupang.

"Bantuan Revitalisasi pasar Cinta Rupiah merupakan bagian dari cara BI untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan," kata Kepala Kantor BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga kepada Antara di desa Netemnanu Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (7/4).

Desa Netemnanu Utara, adalah salah satu desa di Kecamatan Amfoang Timur yang berbatasan langsung dengan daerah Oecuse yang jaraknya kurang lebih 14an kilometer yang hanya dibatasi dengan sungai Netemnanu.

Sementara itu jarak tempuh dari Kabupaten Kupang ke desa tersebut sendiri mencapai kurang lebih 180an kilometer dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.

Tigor menambahkan BI sendiri berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan. Tak hanya di kawsan perbatasan, di pulau-pulau terluar juga BI turut hadir di tengah masyarakat dengan program BUMN hadir untuk negeri.

"Kalau ada revitalisasi pasar, tentu aktivitas jual beli di kawasan itu akan menggunakan rupiah, dan tentu saja aktivitas ekonomi dan pergerakan rupiah juga meningkat," tambahnya.

Baca juga: Rp450 juta untuk menukar uang tak layak pakai

Lebih lanjut Tigor menambahkan, bantuanyang diberikan kepada TNI-AD itu juga bagian dari mendukung program Operasi Teritorial 2018 yang akan digelar selama 70 hari mulai dari Jumat (6/4) kemarin.

Jumlah uang tersebut tambahnya tentu tidak di satu pasar saja yang menjadi sasaran dari operasi teritorial itu, namun yang pasti akan banyak pasar.

"Nanti kita serahkan semuanya kepada Dandim untuk mengurusnya, pasar-pasar mana saja yang akan direvitalisasi," tambahnya.

Kitapun berharap agar jika perekonomian di daerah ini meningkat, tentu akan menarik minat warga di lahan konflik Naktuka untuk kembali ke Indonesia, karena saat ini sebagian warga di daerah itu yang sudah memiliki KTP Timor Leste.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar