Kerja sama TN komodo-PUPR bangun spam

id komodo

Kepala Otorita Taman Nasional Komodo, Budi Kurniawan (ANTARA foto)

"Pembangunan SPAM ini menunggu lelang. Lokasinya ada di Loh Buaya Pulau Rinca dan Loh Liang Pulau Komodo," kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa, (22/5).
Kupang,  (AntaraNewsNTT) - Balai Taman Nasional (TN) Komodo bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di kawasan wisata Komodo, Nusa Tenggara Timur.

"Pembangunan SPAM ini menunggu lelang. Lokasinya ada di Loh Buaya Pulau Rinca dan Loh Liang Pulau Komodo," kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa, (22/5).

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur air dimaksud untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan penyediaan air bagi kebutuhan wisatawan terutama yang datang ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Untuk itu, lanjutnya, pada dua lokasi tersebut akan dibangun jaringan air dan reservoir menggunakan anggaran dari Kementerian PUPR. "Rencana pembangunan ini enam bulan dari Juni sampai Desember 2018, namun kami berharap mudah-mudahan Oktober sudah bisa difungsikan," katanya.

Budi mengakui, persediaan air bersih menjadi kebutuhan yang penting dan utama bagi wisatawan yang terus membeludak di kawasan wisata Komodo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu.

Untuk itu, lanjutnya, pembangunan SPAM tersebut untuk mengoptimalkan sumber air dalam kawasan wisata Komodo untuk mendukung kebutuhan pengunjung.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah pusat juga akan mengadakan kapal yang nantinya dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Manggarai Barat untuk mengangkut air dari Kota Labuan Bajo ke dalam kawasan wisata Komodo. "`Drop` air dari Labuan Bajo ini sebagai alternatif jika kebutuhan di dalam kawasan sendiri masih kurang. Nantinya akan dibangun penampung air di Loh Liang akan dibangun untuk menerima pasokan dari kapal kapal tersebut" katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar