Warga wajib mempromosikan destinasi baru

id Marius Jelamu

Warga wajib mempromosikan destinasi baru

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (tengah) didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu (kanan) saat pelepasan parade 1001 kuda Sandelwood di padang sabana perbukitan Walakiri, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (12/7). (ANTARA Foto/Asis Lewokeda)

Elemen masyarakat di NTT diharapkan terus mempopulerkan dan mempromosikan semua destinasi wisata baru di daerahnya masing-masing kepada publik. 
Kupang (AntaraNews NTT)  - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengajak semua elemen masyarakat di daerah ini untuk terus mempopulerkan dan mempromosikan semua destinasi wisata baru di daerahnya masing-masing kepada publik. 

"Saya mengajak semua masyarakat NTT agar mari kita berperan aktif mempopulerkan berbagai destinasi wisata baru di daerah ini agar semakin dikenal publik secara luas," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Minggu (29/7). 

Menurutnya, upaya promosi pariwisata yang cukup efektif dan mudah dilakukan yaitu menggunakan gawai yang terhubung dengan berbagai jejaring media sosial seperti facebook, instagram, twitter, blog, dan lainnya. 

Marius menjelaskan, data pihak Telkomsel setempat menunjukkan bahwa jumlah pengguna data di provinsi berbasiskan kepulauan itu hingga kini sudah mencapai sekitar 1,5 juta pelanggan. 

"Artinya jika setengah saja dari pengguna data ini aktif mempromosikan setiap destinasi wisata baru yang dikunjungi di daerahnya maka dampak penyebarluasan informasinya cukup besar," katanya. 

Marius mencontohkan, destinasi wisata Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara, Pulau Timor, yang akhir-akhir ini mulai populer karena promosi yang digencarkan melaui jejaring sosial. 

Baca juga: Mendagri berharap Ende jadi pusat pariwisata dan budaya
Obyek wisata alam Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur menjadi destinasi andalan yang sedang dipromosikan oleh pemerintahan setempat. (ANTARA Foto/dok) 
Para pengunjung, lanjutnya, selalu mengambil gambar atau video di destinasi wisata Tuamese kemudian memposting melalui berbagai jejaring media sosial sehingga memberikan dampak positif mempopulerkan salah satu destinasi di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu.

Menurutnya, fenomena seperti ini menunjukkan bahwa promosi melalui jejaring media sosial juga memiliki dampak yang kuat, dan bisa diketahui masyarakat di berbagai wilayah dalam waktu cepat ketika terhubung dengan internet.

Untuk itu, Marius mengajak masyarakat di provinsi Selaksa Nusa itu agar upaya serupa juga dilakukan terhadap berbagai destinasi wisata baru yang dikunjungi. 

"Hanya dengan mengambil gambar atau video lalu memposting di media sosial disertakan caption nama lokasi, jarak tempuh, dan informasi tambahan lainnya saja akan menjadi referensi awal yang baik bagi wisatawan," katanya.

Ia menambahkan, upaya promosi untuk mempopulerkan destinasi-destinasi baru juga memungkinkan pengembangan infrastruktur di daerah wisata itu lebih cepat diwujudkan.

"Ketika geliat potensi ekonomi di destinasi baru mulai tampak, orang-orang semakin ramai berkunjung, maka dengan sendirinya akses infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan menjadi bagian dari prioritas perhatian pemerintah," katanya.

Baca juga: Festival Kebangsaan Ende jadi agenda pariwisata nasional
Pantai Lasiana Kupang (ANTARA Foto/Laurensius Molan)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar