NTT panas akibat posisi matahari tegak lurus

id ROBERT

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu. (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)

"Suhu terasa panas di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini, karena posisi matahari tegak lurus di atas wilayah ini," kara Robert Owen Wahyu.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu mengatakan suhu terasa panas di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini, karena posisi matahari tegak lurus di atas wilayah ini.

"Kondisi di Kupang dan seluruh wilayah NTT pada beberapa hari ini terasa panas lebih dari hari sebelumnya karena saat ini posisi matahari tegak lurus di atas kita," kata Robert kepada Antara di Kupang, Jumat (9/11).

Dia mengemukakan hal itu, terkait penyebab suhu terasa panas di hampir seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan selama sekitar sebulan terakhir ini.

Menurut dia, akibat posisi matahari tegak luruh di atas wilayah NTT, intensitas menjadi maksimum. Selain kelembaban udara sudah jauh meningkat, sehingga reradiasi yang dipancarkan bumi ditangkap oleh uap air dan tertahan dalam bentuk energi panas.

"Efeknya adalah udara menjadi lebih panas lagi dan lembab sehingga kita banyak berkeringat. Harus diimbangi dengan banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi," katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, fenomena ini akan berakhir bersamaan dengan masuknya musim hujan pada Desember 2018.

"Suhu tertinggi selalu bervariasi tiap hari pada setiap daerah, namun suhu maksimum selama November 2018 tercatat di Maumere, Larantuka, Alor, Waingapu, Kupang, Rote dan Sabu dengan kisaran antara 34 - 36 derajat cercius," ujarnya.
Suhu terasa panas di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) karena posisi matahari tegak lurus di atas wilayah ini. (ANTARA Foto/istimewa) 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar