Uji kepatutan calon anggota KPU NTT belum dijadwalkan

id ubaldus

Uji kepatutan calon anggota KPU NTT belum dijadwalkan

Sekretaris KPU Nusa Tenggara Timur Ubaldus Gogi. (ANTARA Foto/dok)

"Sampai saat ini belum ada jadwal pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan bagi calon anggota KPU NTT," kata Ubaldus Gogi.
Kupang (ANTARA News NTT) - Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur Ubaldus Gogi mengatakan sampai saat ini belum ada jadwal pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan bagi calon anggota KPU NTT.

"Sampai saat ini belum ada jadwal terkait fit and proper test calon anggota KPU NTT. Kita tunggu saja, kemungkinan dalam waktu dekat," kata Ubaldus Gogi kepada wartawan di Kupang, Rabu (16/1).

Ia mengatakan tim seleksi sudah menyerahkan nama-nama yang masuk dalam 10 besar calon anggota KPU NTT ke KPU RI sejak November 2018 lalu.

Penyerahan nama 10 calon ini dilakukan setelah tim seleksi melakukan seluruh tahapan seleksi, termasuk seleksi kesehatan dan wawancara bagi para calon.

Sepuluh nama calon komisioner KPU NTT adalah Marthin Bara Lay, Thomas Dohu, Muhammad Hatta Sina, James Welem Ratu, Yosafat Koli, Sisilia Prisca Tes, Lodiwik Roga, Redemptus Henry Dewanto Dao, Frasiskus Vincent Diaz dan Hanna Mariana Baun.

Ubaldus Gogi menambahkan, setelah lima komisioner KPU NTT mengakhiri masa tugasnya pada (27/12/2018) lalu, seluruh tugas, kewenangan dan kewajiban KPU NTT diambil alih oleh KPU RI.

Secara terpisah, Koordinator Divisi Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Lembaga Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jemris Fointuna mengharapkan, komisioner KPU NTT segera ditetapkan, sehingga tidak mengganggu tahapan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Keterlambatan penetapan komisioner KPU NTT, tentu mengganggu tahapan Pemilu, karena semua keputusan yang berhubungan dengan tahapan pelaksanaan Pemilu harus diambil melalui rapat pleno bersama KPU," katanya.

Baca juga: DPRD minta agar komisioner KPU NTT segera dilantik
Baca juga: KPU khawatir pemilu di NTT tidak mencapai target
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar