Desa di Lembata angkat budaya dan peluang pariwisata lewat festival Guti Nale

id Pariwisata, festival guti nale, lembata, ntt, flores

Desa di Lembata angkat budaya dan peluang pariwisata lewat festival Guti Nale

Wisatawan mancanegara belajar mengayam di area Festival Guti Nale, Desa Pasir Putih, Lembata, NTT, Sabtu (2/3/2024). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Kupang (ANTARA) -
Desa Pasir Putih di Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengangkat warisan budaya dan membuka peluang pariwisata dengan menghadirkan Festival Guti Nale terhitung 1- 3 Maret 2024.
 
"Tetap menjaga budaya sebagai warisan leluhur dan mengajak masyarakat terlibat dalam peluang wisata ini agar bersama budaya kita membangun perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan bersama," kata Kepala Desa Pasir Putih Wenseslaus Bala Papang ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu.
 
Dalam Bahasa Daerah Mingar, Guti berarti ambil, sedangkan Nale artinya cacing.
 
Guti Nale pun telah menjadi sebuah tradisi tahunan masyarakat Desa Pasir Putih untuk menangkap sejenis cacing laut yang selalu muncul pada bulan Februari-Maret.

Acara turun temurun ini pun dilakukan dalam bentangan lima kilometer pantai Pasir Putih Lembata.

Wenseslaus mengatakan dasar dari tradisi yang dibuat menjadi sebuah kegiatan pariwisata itu yakni menghidupkan kembali memori narasi tentang budaya yang menghidupi nale.
 
Ia menyebut nale tidak sebatas materi atau benda, namun ada spirit atau jiwa yang telah membuat nale hidup sampai saat ini yakni para leluhur dan tetua yang telah merawat budaya.
 
Dengan menjadi sebuah festival, tradisi menangkap nale itu tidak hanya diikuti oleh warga desa, namun masyarakat Kota Lewoleba, hingga para wisatawan.
 
Wenseslaus mengatakan enam wisatawan mancanegara dari Perancis dan Belanda, serta delapan wisatawan dari Bandung telah ikut menangkap nale pada malam pertama kemarin.
 
Setelah ditangkap, nale diolah oleh para ibu yang juga terlibat dalam pameran UMKM dan kuliner di pantai itu.
 
"Ini menjadi ikon wisata budaya di mana ada dukungan ekonomi bagi pelaku UMKM dan kuliner pantai," ucapnya.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur mengatakan kehadiran berbagai festival yang dikemas oleh desa-desa wisata di Lembata menjadi suatu bentuk upaya untuk mendorong kemandirian desa dalam menarik jumlah wisatawan.
 
Menurut Yakobus, destinasi wisata alam pantai Pasir Putih yang menarik dipadukan dengan atraksi budaya tentunya menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Baca juga: Pos pemantau catat 19 kali erupsi Gunung Lewotolok

Baca juga: BPBD Lembata aktifkan posko siaga darurat gunung api
 
"Event memang untuk kepentingan promosi, tapi tentunya ada peningkatan keberadaan desa wisata sehingga orang ke sana karena ada sesuatu yang menarik dan berbeda," ucapnya optimis.

Baca juga: Pemkab Lembata fokus kembangkan sumber daya manusia desa wisata