Pers berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT

id James Adam

Pengamat ekonomi Dr James Adam. (ANTARA Foto/dok)

Pers di Nusa Tenggara Timur sudah banyak memberikan kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.
Kupang (ANTARA News NTT) - Pengamat ekonomi dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) Dr James Adam menilai pers di Nusa Tenggara Timur sudah banyak memberikan kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.

"Saya mau katakan bahwa pers di NTT sejauh ini sudah memberikan kontribusi yang sangat positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT," katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (8/2), berkaitan dengan peran pers dalam Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital secara khusus di provinsi berbasis kepulauan ini.

Menurut James Adam hal ini terlihat dari berbagai berita berkaitan dengan prospek dan pengembangan perekonomian di NTT, yakni pengembangan sektor pariwisata yang menjadi program unggulan Pemda NTT.

"Banyak pencerahan yang diberikan oleh pers terkait dengan prospek pengembangan pariwisata yang saat ini menjadi salah satu program unggulan Pemda NTT. Ini sesuatu yang sangat positif," katanya.

Namun, ia mengharapkan agar ke depannya, peranan pers di NTT tidak cukup hanya memberitakan potensi dan keunggulan sektor perekonomian semata, tetapi harus menggalinya lebih luas, lebih tajam dan lebih menggugah.

Dengan demikian, katanya, pemberitaan tersebut menjadi media penggugah bagi siapa pun yang mau bekerja untuk membangun ekonomi NTT, sekaligus memberikan ruang kepada invetor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Baca juga: IJTI: Perlu literasi untuk menangkal berita hoaks

Ia mengimbau berbagai media yang terbit di NTT agar dalam pemberitaan menyajikan hal-hal khusus terkait dengan upaya peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat daerah ini.

"Saya optimistis jika pers bertindak demikian maka NTT akan menjadi daerah tujuan akhir dari para calon investor dan juga pelaku ekonomi lainnya untuk menanamkan modalnya disini," ujarnya.

Ia menilai bahwa sejauh ini apa yang menjadi tugas dari media massa sudah dilaksanakan dengan baik, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik serta kode etik yang berlaku.

"Oleh karena itu orang yang bekerja di perusahaan pers adalah orang yang bebas, independen dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan apa pun mesti lebih banyak mengumandangkan dan mendukung perekonomian daerah dari berbagai lini," tambahnya.

Satu hal yang menjadi catatan James adalah penulisan berita yang dibaca oleh publik harus benar-benar objektif, valid, variabel dan berkedalaman.

"Dengan demikian maka reaksi publik akan makin cepat sebab informasi yang valid merupakan salah satu faktor terjadinya perubahan (change based on news)," demikian James Adam.

Baca juga: Pers di NTT dukung pemilu bermartabat
Baca juga: Profesionalisme pers harus didukung manajemen yang sehat
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar