Kupang (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut saat ini sebanyak 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah beroperasi di NTT.
Deputi Sistem Tata Kelola BGN Ernina Sofyessi dalam pemaparannya pada rakor pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk membahas percepatan Program Strategis Nasional (PSN) di NTT, Rabu, mengatakan target untuk NTT sampai akhir tahun adalah 598 SPPG.
“Sampai saat ini baru mencapai 8 persen dari total yang ditargetkan,” katanya.
Dia mengatakan, dari jumlah tersebut penerima MBG di NTT saat ini sudah mencapai 144 ribu orang yang tersebar di 22 kabupaten/kota di provinsi berbasis kepulauan itu.
Ernina mengatakan secara keseluruhan potensi penerima MBG di NTT mencapai 1,7 juta orang yang terdiri atas para siswa, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Dia merinci, dari 1,7 juta penerima MBG 1,4 juta merupakan para siswa, 1.600 ibu hamil, ibu menyusui 71 orang, dan balita 259 orang.
“Progresnya akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan,” ujar dia.
Sampai saat ini jumlah penerima MBG di NTT tertinggi di Kabupaten Kupang dengan jumlah penerima mencapai 12.420 orang.
Dia menambahkan, keberadaan MBG memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, pasalnya saat ini para petani yang mencari dapurnya, namun dalam beberapa bulan ke depan dia yakin dapur yang mencari pasokan sayur dan lainnya.
“Di pulau Jawa, justru dapur harus bersaing dengan permintaan konsumsi rumah tangga,” ujar dia.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan pelaksanaan MBG di daerahnya dipastikan terus berjalan karena memberikan dampak positif bagi ekonomi.
“MBG jalan terus nanti kita perbaiki yang masih kurang,” ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN sebut 60 SPPG pendukung MBG sudah beroperasi di NTT

