Kapal mudik gratis untuk para pemudik Lebaran

id pelni

Sebuah kapal penumpang milik PT Pelni (Persero) sedang berlayar di wilayah perairan sekitar Kupang, NTT. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), akan menyiapkan fasilitas kapal untuk mengangkut masyarakat yang akan melakukan mudik secara cuma-cuma (gratis).
Kupang (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), akan menyiapkan fasilitas kapal untuk mengangkut masyarakat yang akan melakukan mudik secara cuma-cuma (gratis).

"PT Pelni sendiri ada mudik gratis, tapi sekarang belum ada nota dinas dari pusat. Tahun lalu Pelni ada mudik gratis," kata Kepala Pelni Cabang Kupang, Isak Gerald kepada Antara di Kupang, Selasa (21/5), terkait pelayanan mudik gratis.

Pemerintah pusat menyarankan kepada semua BUMN untuk memberikan mudik gratis kepada masyarakat yang kurang mampu, misalnya, PT Pos Indonesia mengeluarkan dana CSR untuk membantu masyarakat mudik gratis dengan rute yang ditentukan.

Kemudian Pelni membuka kesempatan kepada masyarakat yang menggunakan jasa mudik gratis dan pembayarannya dari CSR PT POS.

Dia mengatakan, pada 2019 ini ada penambahan frekuensi pelayaran kapal untuk melayani masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri 1440 H bersama keluarga.

Penambahan frekuensi itu akan dimulai pada 23 Mei. Kapal akan melayani rute Kupang-Lewoleba-Larantuka-Maumere-Makassar.

Baca juga: 10 kapal Pelni siap hadapi mudik Lebaran

Kemudian disiapkan kapal motor (KM) Bukit Siguntang pada 26 dan 4 Juni. KM Umsini pada 24 dan 31 Mei 2019, KM Awu yang digantikan dengan KM Kelimutu pada 28 Mei.

KM Sirimau, 26 Mei untuk yang mudik ke Maluku-Papua, KM Wilis, 22 Mei bagi yang mudik ke Labuan Bajo, Bima, sampai di Makasar dan Surabaya,

Secara keselururuhan, ada sepuluh kapal yang disiapkan yakni enam kapal Pelni dan empat kapal perintis yang akan dioperasikan selama musim mudik Lebaran, katanya menambahkan. 

Baca juga: KM Bukit Siguntang layani pemudik hingga H-1
Baca juga: Pelni tambah frekuensi pelayaran
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar