BUMDes Teun di Kabupaten Belu dibantu teknologi pengolahan air minum

id Dinas PMD Provinsi NTT

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

"Bantuan teknologi yang mereka dapat itu berupa rumah, mesin pengolah air serta 500 galon untuk dipasarkan kepada masyarakat," kata Sinun Petrus Manuk.
Kupang (ANTARA) - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyalurkan bantuan teknologi pengolahan air minum untuk badan usaha milik desa (BUMDes) di Desa Teun, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Bantuan teknologi yang mereka dapat itu berupa rumah, mesin pengolah air serta 500 galon untuk dipasarkan kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk, kepada Antara di Kupang, Rabu (12/6).

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat usaha BUMDes di Desa Teun yang berada di wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.

Menurut dia, BUMDes di Desa Teun sudah mulai merintis usaha atau bisnis air minum dengan memanfaatkan potensi air yang ada di desa setempat. "Potensi alam sudah mendukung berupa sumber air yang sangat jernih, sehingga teknologi ini mampu mengolah air yang langsung diminum," katanya.

Petrus Manuk mengatakan, pihaknya akan memperkuat BUMDes tersebut sebagai salah satu unggulan di provinsi berbasis kepulauan ini. Saat ini pihaknya sedang menyeleksi sebanyak 100 BUMDes yang akan dikembangkan sebagai BUMDes unggulan sesuai arahan gubernur setempat.

Ia menambahkan, sejumlah BUMDes lain yang berhasil mengelola usaha dengan memanfaatkan potensi di desa seperti BUMDes di Desa Lapale, Kabupaten Sumba Barat yang mengelola objek wisata Lapale Hills, BUMDes di Desa Wetana, Kabupaten Sumba Barat yang memproduksi padi gogo wangi.

Selain itu, BUMDes di Desa Puna, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang membentuk PT untuk penambangan batu pecah, serta BUMDes di Desa Kufeu, Kabupaten Malaka yang memproduksi tepung dari daun kelor.

"Di kabupaten lainnya juga kami terus dorong agar BUMDes dikembangkan dengan prinsip bisnis dengan target nantinya ada 100 BUMDes yang betul-betul bisa diandalkan sebagai BUMDes unggulan," demikian Sinun Petrus Manuk.

Baca juga: BUMDes Fukeu kelola daun kelor jadi aneka produk
Baca juga: NTT targetkan produk BUMDes tembus pasar modern
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar